Upacara Changing Guard di Buckingham

Selain mejeng di samping box telepon warna merah macam embak-embak norak ini … (hahaha)

london box telepeon

…belum sah ritual jalan-jalan di London kalau belum melihat upacara pergantian pengawal di Istana Buckingham :D. Changing Guard Ceremony, yang dilaksanakan tiap hari sekitar jam 11 an tiap pagi.  Umumnya sih pasti ada tiap hari. Apalagi musim panas. Kalau hujannya lumayan biasanya dibatalkan.

Pembatalan  mendadak karena cuaca buruk kami alami pas ke London tahun lalu. Iya sih sudah masuk Spring, tapi cuaca UK kan mirip-mirip Irlandia. Hujannya enggak pandang musim. Padahal sudah lari-lari lho itu keluar dari stasiun tube menuju Buckingham.

Memang agak telat. Begitu nyampe, sudah ramai banget. Dapat tempatnya juga sudah enggak jelas. Eh, tahu-tahu diumumkan kalau hari itu upacara changing guard Buckingham dibatalkan. Huhuhu.

Ada hikmahnya juga. Berarti besok harus berangkat lebih awal biar bisa dapat spot yang bagus buat eksis dan foto-foto hihihi :p. Nah, setelah kepo-kepo di Google katanya ada 3 tempat berdiri yang ‘oke’ jika ingin optimal menyaksikan iring-iringan pasukan berseragam khas merah ini saat datang :

1. Di area Victoria Monument

2. Di rel pembatas depan bangunan Buckingham Palace

3. Di Spur Road, tempat rombongan serdadu baju  merah topi hitam tinggi berbulu ini datang menuju istana.

Besoknya, cuaca cerah. Memang, moody banget deh cuaca di UK/Irlandia itu :D. Kami datang lebih awal. Dan sukses mengamankan posisi di area Victoria Monument, tepat depan Istana Buckingham ^_^.

Victoria Monument Buckingham Palace

Victoria Monument

Walau diadakan tiap hari, terlihat betul hegemoni London sebagai salah satu kota turis utama di dunia. Upacara Changing Guard di Buckingham ini selaluuu saja dirubung turis. Sejak jam 9 an pagi, orang-orang sudah ngumpul di depan Buckingham.

Buckingham Palace London

Kerumunan orang menunggu dimulainya Upacara Changing Guard di Buckingham – London

Kami lumayan awal datangnya. Jadi bisa foto-foto dulu hihihi. Penginnya sih jangan terlalu pecicilan biar tempatnya enggak diambil orang. Tapi dasar anak-anak yaaaa, zzzzz -_-. Pelataran Victoria Monument kan lumayan luas, tuh. Tentu saja mereka lari-larian ke sana kemari.

Sempat ketemu dengan keluarga Asia gitu. Pakai jilbab juga emaknya. Saya sih sudah feeling banget ini pasti orang Malaysia :D. Emang iya hehe. Awalnya sering geer kalau ketemu mamak-mamak pakai jilbab dengan tampang Melayu. Disangka turis Indonesia. Tapi suami yang sering ngingetin, “Itu orang Malaysia kaleeeeee…”

Ya enggak apa-apa dong, ya. Anggap saja doa :D. Semoga beneran nanti turis Indonesia bisa mengimbangi turis asal Malaysia ^_^. Aamiin.

Malaysia, selain kekuatan ekonominya secara umum memang jauh di atas Indonesia, juga diuntungkan dengan aturan bebas visa untuk masuk Inggris dan seluruh wilayah Schengen. Republik Irlandia juga. Tidak semata-mata karena mereka masuk dalam negara persemakmuran. Soalnya India juga termasuk persemakmuran, nasib paspornya 11-12 tuh sama Indonesia hihihi :p.

Victoria Monument London

Tampak samping Victoria Monument

Ya, makanya, mari mencoba mengambil hikmah apa kira-kira yang bisa kita pelajari dari majunya Sang Negeri Jiran. Bukannya malah nyinyir-nyinyiran ;).

Aish, malah ceramah si embak hahaha. Yuk ah, balik ke upacara Changing Guard Buckingham lagi.

Walau lokasi-lokasi strategis sudah diserbu pengunjung sejak pagi, acaranya mulai sekitar jam 11 an. Sebelumnya, ada beberapa polisi penjaga yang datang pakai kuda. Ada aja gitu yang tepuk tangan hahaha. Disangka mereka bagian dari prosesi upacara Changing Guardnya :p. Padahal cuma polisi biasa sih kayaknya.

Polisi penjaga berkuda

Polisi penjaga berkuda

Enggak lama, jalanan ‘dibersihkan’, suasana mulai hening. Padahal rasanya enggak ada aba-aba apa-apa. Sibuk foto-foto kali ya eike jadi enggak ngeh hahahaha :p.

Tak lama, suara musik marching band kedengeran. Huaaaaa … mantan anak marching band langsung sok-sok-an nostalgia :D. Laki-laki berbaris rapi dari kejauhan, berjalan teratur diiringi dentuman lagu-lagu mars. Baju merah, celana hitam, topi hitam berbulu, pertanda bahwa benar … pasukan tersebut berasal dari Inggris!

Seragam merah-hitam ini  kan trademark-nya Inggris banget ^_^. Yayyyy, sudah sah jalan-jalan  Londonnya hahahaha *tepukTangan*.

Suara marching band benar-benar mengingatkan saya pada perhelatan Parade Senja di Istana Negara setiap bulan tanggal 17 dulu. Sekarang masih ada enggak, ya? Parade Senja juga rutin diadakan di level Kantor Gubernur.

Rundown Upacara Changing Guard di Buckingham jauh lebih sederhana daripada Parade Senja di istana. Satu regu pasukan datang dengan iringan marching band. Lalu pintu gerbang istana dibuka. Mereka masuk. Di dalam ada seremoni kecil-kecilan semacam serah terima tugas. Satu regu yang bertugas sebelumnya pun berbaris keluar. Sudah gitu doang :D.

drum band

Iringan Marching Band

Pintu gerbang istana terbuka

Pintu gerbang istana terbuka

Tapi packagingnya kali ya yang menarik. Dan juga nama besar “LONDON” dan UK sebagai tempat wisata bergengsi di dunia :D. Semacam kalau sudah di London tuh pengin teriak, “Maaaakkk, aku di London! Aku di London!” sambil sujud syukur –> lo doang kaleeeeee hahahaha.

pasukan depan istana

Marketing dan packaging. Sementara Indonesia masalahnya masih berendeng sebelum memikirkan lebih jauh soal marketing pariwisata. Terus berbenah ya, Nusantara tercinta :).

Ah, dulu enggak foto-foto nih waktu ikut Parade Senja :D. Kan lumayan buat bahan nostalgia. Dulu aja udah segitu noraknya bisa masuk Istana Negara. Saya ikut Parade Senja via tim Gema Patra Makassar Marching Band, besutan Pertamina di kota saya :D. Kami tampil di halaman istana di sore hari tanggal 17 Februari 1994 silam. What a memory :).

Sebelum mellow enggak jelas, lanjut lagi info soal upacara Changing Guard di Buckingham ini.

Kalau mau ke sana, transportasinya bisa melalui berbagai jalur. Kami sendiri sih pastinya via tube stations, kereta bawah tanah di London.

1. Turun di Stasiun Victoria, bisa dijangkau melalui District Line, Circle Line atau Victoria Line.  Dari sini jalan kaki 10-15 menit.

2. Turun di stasiun Green Park, melalui Piccadilly Line, Victoria Line atau Jubilee Line. Jalan kakinya lebih dekat ini. Kurang dari 10 menit juga bisa.

3. Turun di Stasiun St James’s Park, melalui District Line atau Circle Line. Nah, kami lewat sini nih kemarin. Kayaknya juga jalan kaki normal tuh 10 menit. Cuma biasa yaaaaa, mata suka jelalatan lihat-lihat sana sini hihihihi.

serdadu berkuda

Terus bisa juga lewati Stasiun Kereta. Beda lho ya antara tube sama definisi kereta di sini. Tube itu ukurannya lebih kecil dan jalurnya beda. Walau nama stasiun kadang sama dan lokasi deketan.

Via stasiun kereta, turun di London Victoria, jalan kaki sekitar 15-20 menit dari sini.

Melalui bus, bisa menaiki nomor-nomor berikut : 11 , 211 , 239 , C1 , C10. Berhentinya di halte Buckingham Palace Road.

Melalui mobil pribadi sangat tidak disarankan. Parkiran jelas susah dan pastinya…mahal! :D.

rel depan buckingham

Yang memorable dari acara jalan-jalan yang ini … sepatu anak saya yang nomor 2 … ilang melulu sebelahnya, zzzzz -_-. Beberapa hari sebelum ke Buckingham, sudah jatuh sebelah sepatunya di stasiun kereta di Harlow. Kita buru-buru mau naik, eh sebelah sepatu lepas sebelum dia naik.

Ribet kan, enggak ada sepatu. Sementara kadang juga dia harus jalan kaki di saat-saat tertentu. Untung ada Primark, idola mamak-mamak penggemar barang murah. Sungguh keajaiban memang kehadiran Primark di London yang termasuk kota mihil ini :p. Dibelikanlah sepatu baru, 2.5 pound saja sepasang *kibasDompet*.

Pas pulang dari Buckingham, kita menyusuri St.James’s Park buat ke Westminster Abbey, dia capek dan ketiduran di stroller. Enggak lama dicek, sepatunya ilang lagi sebelah. Onde mandeeeeee huhuhu. Jadi deh, hari itu juga, sehabis dari Westminster Abbey, kita ngibrit ke Primark lagi.

Cukup 2x saja ya Nak :D.

serdadu datang

Lumayan mengganggu rute jalan-jalan kalau harus nyari-nyari toko Primark. Walaupun gerai Primark enggak terlalu susah ditemukan.

Oh well, namanya juga anak-anak. Untung bisa beli sepatu murmer hehe. Baiklah. Demikian liputan acara jalan-jalan di London edisi Buckingham kali ini :D.

Sebenarnya bisa juga lho masuk ke dalam istana pakai tur khusus gitu. Ongkosnya tapi malesin banget. Sekitar 150 pound per orang. Ngeri kan? Hahaha :p. Itu juga ada waktu-waktu khusus. Di musim panas doang deh kayaknya.

Enggak apa-apalah. Kita mah nyarinya memang yang gratis-gratis saja hihihihi :p. Walau enggak sempat sungkem sama Ibunda Ratu dan para sepupu di Buckingham, bolehlah numpang mengambil gambar diri di depan bangunan istana. Until we meet again, Buckingham ^_^. Numpang narsis di satu foto ini ya Kakaaaaaaa :p.

mama

 

12 thoughts on “Upacara Changing Guard di Buckingham

    • Fasti mau ke London ya? Hehehehe. Kapan nih Fas? Semoga sukses ya liat dino-nya plus ke Buckingham ini. Kalau pas summer, masuk aja ikut tur ke dalam istana :D.

    • Siyaaaapppp, giliran nih negaranya biar kesannya sering jalan-jalan hahahahahaha :p

  1. Wohooo anak MB juga yach mb jihan 🙂
    Salam kenal, saya baru hari ini baca artikel2 menarik disini.. bikin penasaran… saya baru coba2 menulis, semoga bisa bagus… Aamiin

    Pengalaman mb bikin iri hehehe, sepertinya seru menjalaninya 🙂

      • 🙂 Yang namanya kehidupan Pasti Up and Down ya mb Jihan…
        Kalo yang Susahnya/Tidak Bikin iri sesekali bisa di share mb xixixi…
        Setiap orang beda Porsi Cobaannya….

        Salut aja cara mengemas suatu pengalaman menjadi tulisan menarik.
        Dan Pastinya Suatu Kesenangan/kesuksesan bukan terjadi karena Instan, setiap suatu kejadian pasti melalui proses yang panjang untuk sampai pada titik itu.

        Intinya terus Semangat Untuk Belajar lebih baik… (ngingetin buat diri sendiri juga -_- 🙂 )

        btw, edit foto2 pake aplikasi apa ya mb…tambah cakep gitu.

  2. wah seru banget bacanya, kebayang disana pasti rempong sana sini & sibuk poto.
    semangat mamak, ditunggu cerita2 luar negerinya.

    • Hahahaha, yang sibuk motret bapaknya aja sih :p. Itu juga yang kefoto pasti banyakan ambience dan lokasi karena kita berdua hobi ngirim artikel + foto ke media cetak buat tambahan uang jajan ;). Sumpah deh, enggak rempong hihihihi.

Comments are closed.