Welcome to Switzerland, Where The Nature is Insanely Beautiful!

Sejak beberapa bulan kemarin, suami sudah dapat jadwal assignment dari kantor. Pekerjaan sekarang kan memang mengharuskannya sering-sering ke luar negeri untuk support proyek. Pilihannya kali ini : Korea Selatan atau Swiss!

Suami saya sudah sering banget ke mainland. Dari sejak bekerja di Jakarta, hokinya sudah bagus. Terhitung sudah 3x training ke Eropa. Terus pernah sekali liburan bareng keluarganya. Sudah sempat juga ke Swiss karena saat itu, kakak ipar (kakak suami dan keluarganya) masih bermukim di Zurich. Tentu saja dia lebih memilih Korea Selatan.

Tapi gimana ya, bininya dari dulu sudah terkencing-kencing pengin melihat yang namanya Eropa daratan! Siapa suruh kawin sama rakyat jelata yang seumur hidupnya baru ke luar negeri karena ngikut suami doang hahaha *benerinSepatuKaca* :p.

Rencana awal cuma ikut sekitar 2 minggu saat anak-anak full liburan Paskah, eh tahu-tahu rencana lain kami dikabulkan Tuhan. Alhamdulillah 🙂

Begitulah. Karena kondisi “spesial” tadi, akhirnya sekitar 2 minggu lalu, kami beramai-ramai terbang dari Dublin menuju Zurich. Dari Zurich naik kereta ke Bern. Penempatannya di Bern.

Oiya ibukota Swiss bukan Zurich, bukan Jenewa, yaoowww. Tapi Bern, yang di sini lebih sering dilafalkan dengan BERNE oleh orang lokalnya :D.

Holiday, nih, Bibi Gober? Ish, manalah kepikiran jalan-jalan pake duit sendiri ke negeri semahal ini hahahaha. Apartemen selama nanti stay sampai Mei di sini itu fasilitas dari kantor. Haratisssss! hahaha. Suami kerja yaaaaa ke sini :p

Lumayanlah, dapat allowance juga. Jadi tinggal mikirin cara ngakalin biaya hidup di sindang :p. Tahu sendiri ya Keluarga Gober, penginnya allowancenya tetap ada yang bisa ditabung hihihi *ngikikNgirit*.

Inginnya sih, karena memang sulit ya mau ke negara-negara lain, secara suami off-nya sabtu minggu doang (itu pun sabtu bisa kerja juga), maunya ngiterin Swiss doang. Tapi alamak, lumayan syok melihat ongkos transportasi di sini. Ke Jenewa saja, seorang bisa 100 chf (swiss-frank)! 1.5 juta rupiah buat naik kereta doang. Itu kotanya jaraknya cuma sekitar 1 jam an dari Bern :'(. 

Mari berburu tiket murah meriah hihihi. Ada juga penawaran khusus soal harga tiket kereta. Tapi ya nyarinya mesti teliti dan waktunya harus dicocok-cocokkan. Apa pun demi berhemat lah hahahaha.

Waktu baru tiba di apartemen, tahu-tahu sudah banyak brosur-brosur tentang tempat-tempat menarik di kota yang kami datangi ini 😀

Salah satu pesan dalam brosurnya : “Welcome to Switzerland, where the nature is insanely beautiful!”

Oh well, indeed! It’s truly beautiful! ^_^

Dengan kontur berbukit-bukit dan curah hujan yang tidak setinggi di Irlandia, bentang alamnya beda lagi dengan Irlandia. Rasanya juga jauh lebih dingin dengan rentang suhu yang sama dengan di Irlandia saat ini. Anginnya lebih maknyussss. Mungkin pengaruh banyaknya perbukitan tadi, ya.

Sekarang-sekarang ini sedang berjuang untuk bujuk-bujuk suami biar diajak jalan-jalan ke Paris! –> mimpi standar anak kampung lah, pengin selfie depan Eiffel! Bayanginnya aja udah nangis cobak! Hahaha.

Btw, fotonya belum banyak. Kalau sudah keliling ke mana-mana nanti diupload semua ke sini. Termasuk rencana ke Lucerne pas liburan Paskah untuk bertemu salah satu sahabat di Jeddah dulu.

Yang satu ini … one of the best from Berne ;).

Karena di sini bahasa sehari-harinya adalah Jerman dan Perancis,

Ich wünsche Ihnen wie Bern
Je vous souhaite, comme Berne

Berne blog resize

(Fotografer : Dani Rosyadi)

2 thoughts on “Welcome to Switzerland, Where The Nature is Insanely Beautiful!

  1. Bienvenue a Suisse, ma cherie :)…aaah, negeri cantik yang sempat mencuri hati kami selama 4 tahun…Good to know you enjoy it :)..Jangn lupa mampir ke Geneve (jangan-jangan sudah hihihihi..) menikmati indahnya Montreux et Lavaux, terus lanjut ke Nendaz ama Lucarno alias Lucerne, atau Lugano :).. psst, kalau terus ke Mendrisio, yang udah deket dengan Italy, bisa lumpat langsung ke Como et Milano lhooo heheheh…ada FO ocreeeh lagi di Mendrisio hehehe…kota-kota cantik di perbatasan Swiss – Perancis juga layak bangeeet dikunjungi mba…paling deket mungkin Annecy et Yvoire…ayooo ayooo…aaah, jadi kangen CH 🙂

  2. oyoyoyoyoo, sukses bikin daku gigitin pinggiran meja baca artikel neng Jihan yang ini. Mugi-mugi, daku sempet jejakkan kaki di mainland Eropaahhh !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *