Harga BBM Naik, Yay or Nay?

Tak sedikit yang mempertanyakan yang mempertanyakan, “Mengapa harga minyak dunia turun, Indonesia malah naikin?” :D.

Gambar : fokusjabar.com

Gambar : fokusjabar.com

Kalau dikatakan Indonesia termasuk negara yang mampu memproduksi minyak mentah yang cukup banyak di dunia. Itu benar. Kalau cek di wikipedia, Indonesia malah urutan ke-22 dari 115 negara. Not bad, huh? Not bad at all ;). Cek di http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_oil_production (LIST 1)

Satu yang kita suka lupa (termasuk saya kok hehehehe), itu adalah total minyak tanpa memperhatikan jumlah penduduk. Karena jangan lupa, penduduk Indonesia itu kini sudah mencapai di atas 250 juta jiwa. No.4 di dunia.

Bedakan dong dengan trio raja minyak (Emirat, Kuwait dan Arab Saudi). Cadangan minyak mereka masuk dalam 12 besar dunia dengan jumlah penduduk minimalis. Diantara ketiga negara tersebut Arab Saudi yang paling banyak jumlah penduduknya, mencapai 30 juta jiwa. Kuwait bahkan cuma punya penduduk 3 juta jiwa sajah! ^_^ –> http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_population (LIST 2)

Nah, ini ada data yang mungkin bisa menjelaskan maksud saya : daftar negara berdasarkan cadangan minyak PER KAPITA. Jadii data ini mempertimbangkan cadangan minyak yang dihasilkan negara per jumlah penduduk.

–> http://www.nationmaster.com/country-info/stats/Energy/Oil/Reserves-per-capita (LIST 3)

Tadinya, Kuwait yang hanya ada di urutan ke 11 dalam soal produksi minyak total malah naik ke posisi no.1. Ini tahun 2005 sih, mungkin ada data lain yang lebih baru :D. Tapi posisinya saya yakin tidak akan jauh menyimpang.

Rusia dan Amerika Serikat yang merajai produksi minyak dunia malah tidak ada apa-apanya kalau datanya dilihat dengan menambah parameter jumlah penduduk :p. Iyalah, Rusia dan Amerika Serikat, sama-sama ada di 10 besar negara dengan penduduk terbanyak di dunia :D.

Apalagi Indonesia ya Kakaaaa. Terpental jauh hahahahahaha. Bahkan kalah sama Brunei yang di list pertama ada di urutan 48, tapi begitu ngomongin jumlah minyak compare to jumlah penduduk, Brunei berjaya di urutan ke-8. Monggo di cek di list saya yang ke-2, berapa jumlah penduduk Brunei? ;).

Malaysia sendiri, secara produksi juga jauh di bawah Indonesia, tapi begitu di list terakhir (jumlah minyak dibandingkan jumlah penduduk), peringkatnya jauh di atas Indonesia :D.

Harusnya kalian malah heran, kenapa harga BBM kita sekarang enggak jauh beda dengan harga BBM Malaysia? Bayangkan, berapa dana APBN yang disedot untuk mensubsidi BBM di tanah air ;). Dengan kondisi pendapatan per kapita kita yang jauh di bawah Malaysia?

Perbandingan seru lainnya adalah Cina. China pendapatan perkapitanya belum setinggi Malaysia. Tapi Cina sudah menghapus subsidi BBM untuk rakyat. Harga BBM di sana sekitar 13 ribu rupiah. Kalau melihat di LIST no.3, China no.53, Indonesia no.51. Enggak jauh beda kan? ;).

Maklumlah bawa-bawa Cina, kemarin suami habis assignment di sana sebulan. Seru deh dengar cerita-ceritanya ^_^. Kapan-kapan saya tulis di wall ini yaaaaa :D.

Hal menarik lainnya adalah, di list no.3, di jajaran 10 besar ada … Kanada! Mungkin, satu-satunya negara yang menjual BBM nya dengan harga tidak murah. Bandingkan dengan negara-negara Timur Tengah yang mendominasi di 10 besar di LIST 3. Di Tim Teng, bensin murah cuy. Mau negara mana juga hehehehehe.

Sementara konon di Kanada, BBMnya dibandrol sekitar 1 USD per liter. Di atas 10 ribu rupiah! Kok begitu? Kanada kaya minyak lho. Selalu masuk 10 besar baik di LIST 1 maupun LIST 3 :D.

Tanya kenapa? :). Psstt, ada bisik-bisik, konon katanya Kanada malah menjual harga BBMnya di atas harga pasar. Yes, memang banyak negara maju yang malah mengenakan pajak untuk BBM yang terpakai. Macam di Irlandia sini, nih. Negara-negara Eropa umumnya menjual BBM jauh di atas harga pasar yang normal :D.

Kalian tahu Norwegia yang tempo hari dipuji-puji karena metode pendidikannya yang oke. Di sana harga minyak dunia konon termahal. Hampir 40 ribu rupiah per liter! Irlandia yang mematok BBM 28 ribu rupiah per liter masih kalah hahahahahaha :p. Amazingly karena Norway ada di urutan no.11 di LIST 3! Wow, way to go, Norway ^_^.

Isu kesadaran lingkungan juga menjadi salah satu faktor mahalnya BBM di negara-negara maju. Padahal menjaga lingkungan ada dalam alquran lho ya. Sebagai khalifah di dunia, manusia wajib bertanggungjawab atas polusi dan segala macam. Piye dong? Kok jadi lebih “saleh” mereka sih daripada kita? :p.

Harga BBM di suatu negara malah cenderung menunjukkan bahwa negara-negara maju biasanya akan “ogah” memberikan subsidi di sektor energi habis pakai macam minyak-minyak an ini :D. Sementara saya pernah merasakan, di negeri yang bensinnya hanya seribu rupiah per liter, tingkat kesejahteraan rakyat secara umum tidak sebahagia yang saya bayangkan :(.

Mungkin memang benar … there are things that money can’t buy ^_^.

Gambar : pinterest.com

Gambar : pinterest.com

Dan kalau kalian mau meracau soal harga BBM yang pastinya akan selaras dengan kesejahteraan masyarakat secara umum, kalian perlu melihat data-data lain yang bisa dengan mudah kalian akses di WIKIPEDIA hehehe. Tenang, di WIKIPEDIA selalu ada sourcenya yang bisa kalian trackback sesuka hati ^_^.

Jadi, yuk, sama-sama belajar ya ^_^. Lihatlah segalanya lebih dekat ;). Ini saran saja agar diskusi tidak lari-lari ke mana-mana hehehe.

Salam damai ^_^.

10 thoughts on “Harga BBM Naik, Yay or Nay?

  1. Suka sekali dengan sudut pandangnya ๐Ÿ™‚
    Bukan mau membela pihak ini atau pihak itu tapi kenapa ga siyh segala sesuatunya dilihat dari sisi positif dan lebih meluas. Itu kan jauh lebih indah. Jengah dengar orang-orang saling salah-menyalahkan dengan pandangan yang sempit ๐Ÿ™

  2. aku malah appreciate pemerintah dengan mengeluarkan kebijakan yang ga populer seperti ini. karena tau bangetlah subsidi ini memang menghabiskan banyak anggaran negara yang seharusnya bisa dialokasikan ke yang lain termasuk meningkatan kesejahteraan pegawainya *edisipnsygkomen

  3. Sulit menilai tulisan mbak. Mbak udah lama di luar, pulang sesekali. Itu memang udah resiko. Kalau mau tau “efek domino” kebijakan BBM. Anda bisa tanya sopir, taksi, sopir angkot, petani ( make traktor …!!!) atau yang paling “hot” yaitu nelayan. Mereka ada di solo, jakarta, makassar, surabaya dan di seluruh wilayah Indonesia. Nelayan mbak…,!!! di makassar banyak. hehehehe…!!!!
    Kalau yang mbak tulis tentang “BBM di “negara maju”. Kita sudah tau dari TV dan mbah gugel. kita negara “berkembang” . Kalau ada negara yang jual BBM 0,5 riyal/lt. Kita tidak peduli. Susah atau senang itu sulit ngukurnya. ๐Ÿ™‚
    Yang menganggu pikiran adalah “efek domino” atas kebijakan kenaikan harga BBM. Jika Pemerintah sudah siap dengan “efek domino”. Kami bayar harga BBM tanpa subsidi. no Problem. hehehehehe…!!!!!
    Negara2 yang ada di tulisan mbak, kayaknya negara “maju” di eropa yah? Mereka kayaknya juga sudah siap dengan “efek domino”. Ini masalah prioritas kali ya. Kalau pemerintah memprioritaskan BBM. Itu pun tau dari mbak, Karena saya belum pernah kesana. Saya kira banyak yang kayak saya. ๐Ÿ˜€
    Ya sudah, kita terima. nggak usah protes. Kita musti tetep bayar BBM 8,5 rb / lt. di Indonesia mbak. hehehehehe..!!!!
    Kalau mbak disana. Bayar berapa untuk BBM? Saya juga nggak tau.
    Salam dari Solo

  4. Suka banget, persis sama dengan yang barusan saya diskusiin dengan 2 teman Melayu (eh 1 Bos haha) tentang kenaikan harga BBM di Indonesia. Malaysia juga baru aja naik BBM karena pengurangan subsidi, walau di klaim sebagai negara maju, sama kok disini juga pada ribut (walau ngga seheboh Jakarta).

    Tapi kuncinya adalah produksi minyak vs. jumlah penduduk. Kalau selama ini banyak orang membandingkan Indonesia dengan Malaysia, itu ngga apple to apple. Penduduk Malaysia sedikit, wilayahnya sedikit. Kekayaan alam yang banyak itu dibagi-bagi untuk porsi yang hanya sedikit – dibandingkan dengan Indonesia.

    Tadi pagi juga baru baca timeline di FB tentang orang Papua yang senang harga BBM naik, karena di Papua sih harganya lebih mahal. Bisa puluhan ribu. Papua itu bagian Indonesia kan ๐Ÿ™‚

    Status FB saya dua hari yang lalu juga bikin ribut, banyak yang menganggap saya tidak berempati hoho. 2000 itu berarti kok, ga ada yang menganggap : hanya 2000. Saatnya yang mampu membuka hati dan dompet, jadikan ini peluang untuk berbagi. IMHO

    Sorry jadi panjang Mba ๐Ÿ˜€

    semua tidak ada yang instan, tetap berprasangka baiklah

  5. bahas kenaikan BBM memang selalu sensitiif dan meriah. Kali ini jadi sangat meriah karena masih terbawa nomor 1 dan 2 mungkin? Jadi terasa personal. Kalau saya, saya setuju BBM bersubsidi naik. Ngeri aja ngebayangin duit segitu banyaknya “cuma” jadi asap, lebih ngeri lagi karna asapnya banyak berasal dari mobil-mobil yang tidak seharusnya menerima subsidi. Siapapun yang menaikkan harga BBM, saya akan setuju, walalupun Bambang Soesatyo atau Ichsanuddin Noorsy sekalipun ^o^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *