A Blast from The Past

Beberapa waktu lalu, mengobrol kembali dengan salah satu sohib zaman berseragam putih abu-abu dulu. Akhirnya nemu lagi nomor ponselnya dan kita ocip-ocip lewat WA hihihihi.

Ternyata, ada kemungkinan dia akan kembali ke England dan melanjutkan sekolah di sana. S3, Kakaaaaa. Setelah beberapa tahun lalu, yang bersangkutan sudah resmi menggenggam gelar spesialis penyakit dalam. A doctor. A lady doctor. Dosen juga. Bukan dokter sembarangan. Orangnya cantik pula. Cantik plus super modis. Mantan finalis Putri Indonesia 😉.

Ibu dokterku <3

Ibu dokterku <3

Saya ingat waktu kuliah dulu, teman saya yang lain pernah cerita kalau ada temannya dari fakultas lain yang enggak percaya si Eneng ini adalah mahasiswi kedokteran. Mengingat penampilannya yang ‘suit suiiitttt’. Rambut dicat, dandanan super fashionable. Apa emang pakemnya anak-anak kedokteran itu penampilannya ‘nerd’ kah? Hihihihihi.

Hiya ampun, si Eneng bentar lagi mau S3, ini eike S2 aja sama sekali belum ketemu jalannya *lemparPanciGarukKasur* .

Saya menggodanya kemaren, “Batemu itu diodo’-odo’ sama pasienmu kalau lagi praktek di’…” (Pasti kamu digodain melulu sama pasienmu kalau lagi praktek).

Tentu saja, kita ribut janjian harus ketemu, harus ketemu, harus ketemu. Mau curhat, mau curhat, mau curhat. Years gone by, tetep dong yah, kita hobinya tetep curhat hihihihi. Perempuan oh perempuan 😀.

Saya ingat sekali waktu  baru masuk kuliah, saya sempat merasa ‘alone in a crowd’. Dunia baru, suasana baru, teman-teman baru. Jadi terkenang-kenang teman-teman SMA nun jauh di Makassar sana huhuhu.

Nah, si dia ini yang rajin mengirimi saya surat. Belum zaman email waktu itu yaow. Umur berapa umur? hahahaha.

Kalau dia penggemar pink, saya suka warna kuning. Jadi, masa-masa beradaptasi di kampus baru sesekali ditemani lembaran surat yang bernuansa kuning yang rajin dikirimin sama cantikku yang satu ini. Peluk dulu, peluk duluuuuu <3.

Kertas suratnya wangi, gambarnya lucu-lucu, ditambah lagi tulisannya tangannya memang rapi banget dari dulu.

Sesekali terkenang juga masa-masa duduk sebangku di kelas 2 SMA.. Macam… berdebat soal bagusan mana versi lagu OST-nya Aladin, “A Whole New World”, dinyanyikan oleh Lea Salonga/Brad Kane atau versi Peabo Bryson/Regine Belle.

Ya saya pastinya suka versi PB/RB.  Tapi kata dia, dinyanyiin sama Lea Salonga lebih romantis dan manis. Penting banget, ya, topiknya? Hahahaha.

Sempat terpikir mau curhat apaan sih dia? What a perfect life she’s already had. Semua yang saya impi-impikan sejak kecil ada nyata-nyata diraihnya.

Terus ya, saya ingat cerpen yang saya buat sendiri ini. Bersyukur … mudah diucapkan, sulit dilakukan . Menasihati, mudah dilakukan (ke orang lain) tapi suka mentok ke diri sendiri hahahaha.

So that everyone will know, tokoh ibu dokter dalam cerpen saya memang terinspirasi dari perempuan cantik satu ini .

Tapi berbeda dengan Mbak Rok Merah di dalam cerpen, ibu dokterku yang cantik ini sudah punya anak perempuan yang cantiknya kayaknya bakal ngalahin mamanya, tapi belum tentu bisa menyamai tantenya yang ini *benerinPoni* hahahaaahaha –> dilempar pampers!!!

As much as I envy her, saya jadi ingat petikan terakhir dari cerpen di bawah ini, “Tiap jalan kehidupan punya rahasianya masing-masing” .

Tapi memang aku iri padamuuuuuuuu huhuhu. Walau begitu, kangennya jauuuuhhh lebih besar daripada irinya . Can’t wait to ‘begadang’ berdua di pojokan Big Ben . Should be a looooong talk about how life treats us lately. Macam anak gadis saja dah, anak mana anak :D.

Semoga semua lancar sesuai rencana. Ditunggu di yurop bagian barat ya, Cantik ^_^.

dina 2

3 thoughts on “A Blast from The Past

  1. Subhanallah…. secantik ini, secerdas ini, dengan lingkup pergaulan yang luar biasa semacam ini?? WOWWWW… :)))

    Eniwei, cerpen “Tiga Rahasia” yang dibesut neng poni emang sukses menyadarkn diriku, nggak ada guna deh “iri duniawi” dgn org lain. Masing2 punya story hidup yang kerap tersimpan dan tersembunyi begitu rapat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *