Reflect Your Hopes, Not Your Fears ;)

Postingan terakhir nih, ikhtiar penghabisan sebagai bentuk dukungan kepada capres pilihan . Saya sih bukan yang tergolong ‪#‎akhirnyaMilihJokowi‬ tapi‪#‎dariDuluPilihJokowi‬ ;).

Ini rekapan dari kumpulan tulisan yang dibuat dalam rangka menyambut Pilpres tahun ini.

Seperti yang pernah saya kutip dari komentar seseorang di wall teman jika kita cenderung memilih pemimpin yang sama dengan kita, nah harapan-harapan saya itu memang berjodohnya dengan rekam jejak Jokowi selama ini.

Tentang Jokowi yang pertama kali saya tahu dari Majalah Tempo tahun 2008. Caranya memindahkan pedagang kaki lima dengan tanpa kekerasan sama sekali benar-benar tertancap di hati 🙂.

Bukannya diancam-ancam via satpol PP, eh malah diundang makan siang dan diajak mengobrol. Bukan sekali dua kali, tapi puluhan kali hingga akhirnya JOkowi benar-benar bisa menangkap kegelisahan para pedagang dan mendapatkan persetujuan 100% tanpa perlawanan.

Sepak terjang Pakde yang satu ini mengingatkan saya pada satu peristiwa masa kecil dulu.

Almarhum bapak saya dulu pedagang di pasar Sentral di kota lahir saya. Pasar tempat bapak mencari nafkah terbakar setelah beredar isu gencar bahwa gedung pasar hendak direnovasi. Para pedagang bereaksi keras. Tak lama, pasar pun terbakar (atau dibakar? hiks).

Ini tulisannya –> http://jihandavincka.wordpress.com/2014/06/05/until-you-do-understand/

Meski begitu, saya enggan ah membanding-bandingkan Jokowi dengan capres lawannya . Toh kita enggak bisa 100% memastikan kelebihan Jokowi vs capres lawan dan vice versa kan hehehe. And who can tell where road goes …. where the day flows, only time 

Ini tulisannya –> http://jihandavincka.wordpress.com/2014/06/10/and-who-can-tell-where-the-road-goes/

Kedekatan Jokowi dengan rakyat kebanyakan dan hobi blusukannya juga membuat saya terkenang kepada sebuah pengalaman kecil di suatu pagi di Stasiun Manggarai. Saat belum menikah dan masih menjadi pekerja kantoran.

Biasa ya, namanya manusia, saat iman lagi lemah mendadak dipenuhi keinginan macam-macam. Keinginan untuk mengubah gaya hidup disentil Tuhan melalui pengalaman berkesan pagi itu.

Baru tersadar, keinginan kurang terpuji itu hadir karena kurang hati-hati menjaga diri. Beberapa waktu sebelum itu, keseringan ‘gaul’ di tempat-tempat mentereng hahahaha. Diberi peringatan habis-habisan, “Urusan dunia selalu melihat ke bawah.”

Benar juga, ya. Dekat dengan orang-orang yang kurang mampu itu lebih mendatangkan manfaat buat kita . Itulah pentingnya pemimpin yang tidak pernah segan turun ke bawah untuk bersentuhan langsung dengan rakyat kebanyakan. Supaya tidak beku hatinya . Tentu beda ya menyaksikan langsung ketimbang hanya melihatnya melalui data-data tertulis di atas selembar kertas, mengintip sebentar dari balik kaca mobil mewah atau menonton lewat layar televisi. Tidak sama.

Tulisannya di sini –> http://jihandavincka.wordpress.com/2014/06/24/a-dealer-in-hope/

Ide “Revolusi Mental” juga sangat mencuri perhatian saya. Instead of saying, “Percayalah pada saya. Saya akan menyelamatkan kalian”, Jokowi berpendapat, “Mari kita lakukan ini bersama-sama. Trust yourself!”

Jokowi selalu mempersepsikan pejabat negara sebagai pelayan masyarakat. Menganggap rakyat sebagai “orang yang dilayani”. Sedikit lebih baik di mata saya ketimbang pejabat kebanyakan yang berpikir rakyat sebagai “orang yang dipimpin.”

Bersama kita bisa ^_^.

Ini tulisannya –> http://jihandavincka.wordpress.com/2014/06/26/revolusi-mental-tal-tal/

Perawakan Jokowi yang memang agak-agak menyimpang dari stereotip pejabat apalagi selevel presiden membuat satu kesan khusus juga . Never judge a book by its cover .

Kutip dikit pesan dari Dumbledore kepada Harry Potter yang pernah curhat habis-habisan kepada Dumbledore mengenai ketidaksetujuannya atas beban berat yang ditimpakan kepadanya dan kegelisahannya mengenai “penolakan” dari sebagian orang yang merasa sosoknya yang “enggak banget” itu :

“It is a curious thing, Harry, but perhaps those who are best suited to power are those who have never sought it. Those who, like you, have leadership thrust upon them, and take up the mantle because they must, and find to their own surprise that they wear it well.” ― (Dumbledore, Harry Potter and the Deathly Hallows)

Linknya di sini –> http://jihandavincka.wordpress.com/2014/07/04/all-that-is-gold-does-not-glitter/

Tentu cara kampanye yang dipilih yang positif-positif sajah hehehe. Walau sempat diserang oleh seorang teman, “closed box thinking” . Saya ya cari tahu juga dong kelemahan Jokowi dan capres lawannya. Tapi tidak untuk diumbar-umbar di ranah sosial yang sifatnya public. Cukup untuk konsumsi pribadi 😉.

Pesan moral yang keren dari film “Monster Inc” yang mengajarkan tentang kekuatan rasa senang / hal positif yang energinya bisa berkali-kali lipat dibanding kekuatan yang didapatkan dari rasa takut / hal negatif ^_^.

Rasa benci / negatif memang bisa memberikan kekuatan juga. Saya juga percaya itu. Tapi saya lebih yakin kalau rasa yang positif kekuatannya lebih besar. That laughter has ten times the energy of scream! 

Tulisannya di sini –> http://jihandavincka.wordpress.com/2014/06/29/when-theres-no-power-at-least-we-had-a-few-laughs/

Paling akhir, apa sudah siap kalah?

Entar dulu definisi kalah dan menangnya apa nih? Hehehe. Karena sebagai muslim saya tahunya “kemenangan” itu tidak berkorelasi dengan apa pun yang sifatnya duniawi. Salah satu keimanan utama yang ditekankan dalam kepercayaan sebagai muslim adalah “percaya kepada hari akhir.”

Ini tulisannya –> http://jihandavincka.wordpress.com/2014/07/06/its-never-between-you-and-them/

Sudah dicukupkan ikhtiarnya, tinggal disempurnakan dengan doa .

@GitaSudjarwo : “Setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan. Tiada yang sempurna. Pilih dengan hati. Lalu doakan mereka. Biar Tuhan melengkapinya.”

Seperti pesan Nelson Mandela, “May your choices reflect your hopes, not your fears.”

Semoga kita memilih berdasarkan harapan-harapan yang kita titipkan kepada capres pilihan. Tidak semata-mata berdasarkan ketakutan yang diada-adakan karena rasa kurang senang kepada capres lawannya hehehe.

Menang atau kalah capres pilihan kita yang penting kita tidak dikalahkan oleh nafsu yang diakibatkan energi-energi negatif, ya. Huss, huss, jauh-jauh sana kampanye hitam dan teman-temannya hehehe.

“Hope is the only thing stronger than fear.”
― Suzanne Collins, The Hunger Games

Reflect your hopes, not your fears :). Selamat memilih teman-teman ^_^.

Salam 2 jari 😉

your vote does

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *