Both Sides of The Story

Walau sudah bermukim di Irlandia dan menjadi pemegang GNIB (semacam ID buat imigran), pemilik paspor Indonesia tetap kudu apply visa untuk mengunjungi Inggris. Harganya enggak main-main, sekitar 100 euro per orang, termasuk anak bayi! Tobat gak, tuh kalau mau jalan-jalan  Inggris  ? hahaha *ngakakStres*.

Kabar baiknya, visa berlaku sampai 6 bulan. Jadi, bisa dipakai lebih dari sekali.

Jalan-Jalan London

London – Big Ben

Kabar baik nomor dua-nya, harga tiket banyak yang murah meriah untuk penerbangan Dublin – London yang biasanya hanya selama 75 menit itu. Apalagi kalau pakai Ryan Air . Bisa dapetin harga 35 euro per orang, itu sudah PP.

Tapi ya, namanya Low Fares, tempat boardingnya jauh beneeeerrrr hihihi. Nama pun murah meriah yak, harus berkorban sedikit lah . Pernah mendengar teman yang cerita kalau terbang pakai Ryan Air biasanya ‘chaos’, tapi pengalaman kami kemarin, pulang pergi selalu aman terkendali. Alhamdulillah.

Hari pertama jalan-jalan di Inggris ,  sampai di London langsung ke Natural History Museum. Demi iming-iming melihat dinosaurus yang sudah didengung-dengungkan ke anak-anak sejak dulu. Antriannya lumayan. Sempat dikira lama … eh, ternyata cepat saja. Konon, kalau musim liburan sekolah pas musim panas, antriannya jauh lebih sadis. Maklumlah, museum keren dan gede gitu, gratis pulak! *penting* 😀.

 

Jalan-Jalan Inggris

London Natural History Museum (Outside)

Walau sudah muter-muter sekitar 3-4 jam, enggak kelar juga semua tempat dimasukin. Tempatnya memang luar biasa besarnya *ngelapKeringat*.

Jalan-Jalan Inggris

Dari NHM, giliran emaknya yang ribut mau lihat Big Ben! Hahaha. Belum sahih dong ke London kalau belum selfie depan Big Ben sama London Eye 😀.

Jalan-Jalan Inggris

London Eye

Area seputar House of Parliament di salah satu tepian Sungai Thames ini memang tempat wajib bagi turis . Duduk-duduk aja atau berdiri-berdiri di jembatan sudah berasa keren. Noraknya orang bugis satu ini hahahaha.

Big Ben dan sekitarnya kayaknya enggak pernah lengang. Pasti diserbu turis terus. Sebagai salah satu kota wisata level dunia, London ya mana pernah sepi, sih 😉.

Jalan-Jalan Inggris

Memang, London-nya sendiri gak main-main kecenya . Kota seni, kota metropolitan, kota sejarah, kota pusat beberapa perhelatan olahraga internasional, kota belanja, kota antik, kota kuno, kota modern, kota istana, kota budaya, you name it!

Bahkan, kotak telepon warna merah yang saya yakin sudah jarang difungsikan itu masih tetap dijaga di berbagai sudut kota. Benda ‘gak penting’ satu itu dipelihara khusus sebagai tempat para turis saat jalan-jalan London untuk norak-norak bergembira termasuk eike pastinya! Hahahaha 😀.

Jalan-Jalan Inggris

Tapi urusan transportasi agak payah. Untuk ke mana-mana selama di London, kami memanfaatkan fasilitas tube, semacam kereta bawah tanah mirip dengan yang di Singapura dan di Tehran (Metro). Stasiunnya banyak yang peninggalan bangunan lama. Konon, kata suami, stasiun kereta bawah tanah itu sudah ada sejak zaman dulu. Sayang kalau dianggurin jadi diintegrasikan dengan stasiun baru mungkin, ya.

Stasiun kereta bawah tanah itu jarang yang dilengkapi dengan eskalator atau lift, jadi repot juga kudu ngangkat-ngangat stroller naik turun tangga. Yang seringkali tingginya enggak kira-kira huhuhu 🙁.

Pegel nenteng stroller bukan satu-satunya hal ‘kurang menyenangkan’ soal jalan-jalan ke London. Yang patut digarisbawahi adalah…mahalnya! Hahahahha. Bibi Gober mulai bersabda 😛.

Jalan-Jalan Inggris

Saya, yang memang tinggal di Athlone yang tergolong ‘kota kecil’ di Irlandia, saban ke Dublin aja suka ngomel-ngomel karena merasa Dublin mahal. Ya apalagi pas jalan-jalan ke Inggris dan di  kota sebesar London, Kakaaaa! *kekepinDompet* .

Mungkin karena sudah pernah tinggal di Jeddah yang nikmat duitnya tiada tara, agak-agak enggak rela urusan bayar membayar ini hihihi. ‘Kesenjangan’ antara pendapatan dan pengeluaran memang paling asyik ya di Jeddah . Gaji asoy, pajak 0, biaya hidup murah. Mental saja yang harus sekuat baja hihihi. Sebagai orang Indonesia yang tinggal di Saudi –> harus punya hati seluas samudera.

London keren luar biasa, tapi biaya hidup bikin meringis. Jeddah bikin tabungan cepat melonjak, tapi bikin hati teriris-iris hahahaha. Kenang positifnya saja, yang dirasa kurang berkenan … jadikan pelajaran selalu .

“On your journey to your dream, be ready to face oasis and deserts. In both cases, don’t stop”― Paulo Coelho

Jalan-Jalan Inggris

Makanya, mana ada tempat yang enak-enak doang. Harus selalu berpikir tentang dua sisi. We always need to cover both sides of the story . Mungkin karena tinggalnya sudah pindah-pindah, jadi saat jadi turis pun, ‘itung-itungan’ jalan terus hihihihi . Padahal biasanya turis menangkap hal yang indah-indah saja atau sekalian yang kurang menyenangkan saja tahunya .

Urusan senang apa tidak, betah atau stres, itu rasanya tidak selalu berhubungan dengan tempat tinggal saja, ya . Sebelum berharap kebahagiaan datang menghampiri di belahan dunia mana pun kita berada, jangan lupa untuk berdamai dengan diri sendiri dulu 🙂.

“Though we travel the world over to find the beautiful, we must carry it with us, or we find it not.” ― Ralph Waldo Emerson

Duh, sok tahunya mulai kumat nih hahahaha. Enjoy foto-foto dari ronde 1 jalan-jalan Inggris  dulu, ya. Sisanya nyusul 😉.

Jalan-Jalan Inggris

16 thoughts on “Both Sides of The Story

  1. Hai Mbak Jihan, salam kenal yaaah.. Duh itu London tempting banget deh. Waktu itu pingin main ke UK juga karna tiket Italy – UK pakai Ryanair kan dahsyat banget ya murahnya, bisa 25 euro PP. Tapi apa daya, gak kuat 100 euro visanya, apalagi dulu masih mahasiswa (kere) hihi..

  2. Mba Jihan, insyAllah aku ke London bulan depan, kalau boleh tau menginapnya di daerah mana yah mba? aku nyari2 akomodasi yang masuk kantong agak susah *lapkeringet* booking.com juga harganya udah selangit 😀 wisma kbri juga udah penuh :)) Lalu lalu.. yang paling buat mahal di London apa? lebih ke makanannya jg mahal dibanding kota eropa yang lain? (aku skrg tinggal di Prancis)

    Kalo tube, kayaknya tipikal tube lama jadi jarang ada lift nya yah.. di Paris juga sebagian besar seperti itu 🙁

    anyway salam kenal mba 😀

  3. Hwa…. keren mak…
    minta bisikin ke tanah, udara, dan air Irlandia dong mak, aku mau kesana. Ketemu westlife…
    Hahaha

    Eh, Inggris juga mau, masih 6 bulan kan visanya?
    *kedipcentil 😀

  4. Aaak setuju, london emang mahaaal banget di banding kota2 lain di uk, tapi tempat wisata banyak lebih enak naik city tour bus nya, cuma sekali bayar bsa muter2 and di london banyak tempat gaul anak muda gtu, ahahaha
    Btw, salam kenal mbak jihan 🙂

  5. Itu telepon umumnya masih bisa dipakai ya Mbak? Kalau di Indonesia telepon umum kayaknya udah langka, kalaupun ada cuma jadi pajangan 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *