Dunia Ini Panggung Sandiwara

“Dunia ini panggung sandiwara … Ceritanya mudah berubah…”

Begitu kata lirik lagu lawas yang popular di tahun 80-an. Event-event olahraga akbar pun tak bisa mengingkari drama-drama macam ini. Termasuk berbagai ajang bergengsi dalam dunia sepakbola. Kalau nanya drama, Mbak Poni dong jagoannya hahahaha.

Salam olahraga! *benerinSepatuKeds*

Kemampuan olahraga saya bisa dibilang sangat minim. Mungkin, diantara 8 tipe kecerdasan yang ada, kecerdasan kinestetik saya menempati level terbawah. Tapi, selalu ada cara untuk eksis, dong, ya . Bolehlah kemampuan olah tubuh rendah, tapi soal kepo-kepo-an, kemampuan eike jangan ditanya! Hahhahaha.

Punya kakak laki-laki 4 orang dan seorang bapak yang amat sangat football-freak, jangan ditanya rusuhnya rumah kala Piala Dunia tengah berlangsung. Almarhum bapak saya kalau nonton bola sudah kayak orang kerasukan dah hahaha.

APalagi jika yang berlaga adalah Tim Samba favoritnya. Beuh, kalau Brazil yang main, dari mulai peluit ditiup tanda pertandingan dimulai sampai peluit panjang kembali terdengar untuk mengakhiri pertandingan, bapak enggak pernah bisa duduk tenang *ngelapKeringat*.

Sayang, tahun 1990, gaung Tim Samba nyaris tak terdengar. Bertahun-tahun setelah itu … 1994, Brazil juara lagi dan 8 tahun kemudian meraih gelar “Penta!”, salah satu fans garis kerasnya tidak ditakdirkan untuk ikut bersorak. Tenang Pak, diwakili sama anak gadismu . Kakak-kakak saya rasanya enggak ada yang ngefans sama Brasil hahahaha.

Brasil, Penta! (gambar : elcomercio.pe)

Brasil, Penta! (gambar : elcomercio.pe)

 

***

1986, drama paling fenomenal dari tahun ini sepenuhnya milik Maradona . Entah apa yang menyebabkan wasit berkeras bahwa handball Maradona yang menghasilkan gol itu adalah SAH. Bahkan konon, Maradona “memaksa” rekan-rekan satu timnya yang sebenarnya saat itu juga rada-rada bengong untuk ikut bersorak bersamanya demi mengukuhkan keputusan wasit.

Maradona sukses mengawal timnya merangsek sampai puncak. Gelar juara tahun itu SAH milik La Albiceleste 😀.

Walau secara fisik kurang gimanaaa gitu untuk level atlet, bersama kontroversi yang terus menghantui sampai sekarang, toh tetap tak mampu membungkam kualitas permainan si boncel satu ini .

Nama Maradona tetap tercantum sebagai salah satu legenda sepakbola yang ternama. Alih-alih menjadi bahan ledekan, gol gengges-nya saat itu malah dikenang sebagai “Gol Tangan Tuhan” .

Kita juga harusnya kayak gitu, ya. Seberapa banyak hal-hal di luar dugaan dalam jalan panjang menjalani hidup ya jangan terlalu dipikirin hehehe. Stand still and keep on moving on anyway . Mana tahu dari hal-hal yang dirasa “memalukan” itu prestasi sesungguhnya menanti di depan sana . Depan mana? Ya makanya, maju terus pantang mundur! Hoo Hah!

Tahun 1990, tim Kamerun mencuri perhatian publik. Roger Milla dkk sukses melaju sampai 8 besar. Mutiara hitam bukan kuda hitam 😉.

Karena kuda hitam adalah julukan yang lebih pantas untuk tim Dinamit. Saat sukses menghalau keraguan publik dan nyengir paling lebar di Piala Eropa tahun 1992. Yoih, Denmark mengubur mimpi si juara bertahan Belanda di semi final dan meluluhlantakkan ambisi warga Jerman dengan menggilas tim Panzer di laga terakhir.

Euro 92 Champion : Denmark! (gambar : branchofscience.com)

Euro 92 Champion : Denmark! (gambar : branchofscience.com)

 

Belajar apa? Jangan songong! Hehehe.

Saya ingat betul ya, menjelang semifinal, warga Belanda sudah berpesta duluan. Koran-koran banyak yang mengulas optimisme setinggi langit dari tim yang terkenal dengan Total Football-nya ini. Warna oranye sudah menyapu seluruh wilayah Belanda, seolah sudah yakin bahwa Denmark bisa dihalau dengan mudah. Tim Jerman sama sekali tidak belajar. Babak final belum dimulai, warga Jerman juga sudah mulai menari-nari. Nah, makan deh tuh! Dipecundangi oleh tim super underdog .

Jangan lupa, bola itu bundar! . Kemampuan, kesempatan, dan kemauan tak akan ada apa-apanya kalau takdir berkehendak lain. Percayalah, Tuhan itu ada .

Tahun 1994, tragedi Escobar menjadi peristiwa yang paling digarisbawahi. Konon, Escobar ditembak mati karena banyak bandar judi yang rugi besar saat tim Kolumbia gagal menahan Amerika Serikat. Ini cukup memalukan. Mengingat 1994 adalah pengalaman pertama AMerika Serikat berlaga di Piala Dunia, itu pun dapat tiket karena jadi tuan rumah .

Gol bunuh diri Escobar ke gawangnya sendiri membuat tim Amerika Serikat yang sama sekali tidak perhitungkan itu malah menang melawan Kolumbia yang cukup disegani dalam dunia bola sepak.

Ah gila, ya. Uang bisa mengalahkan rasa kemanusiaan .

Final 1994 juga adalah momen-momen tergondok bagi bintang besar Italia, Roberto Baggio. Baggio gagal mengeksekusi bola saat adu penalti melawan Brasil di babak final. Kalau tak salah, Piala Dunia 1994 sekaligus menutup karier Baggio secara internasional. CMIIW, ya.

Tapi apakah kalau sudah gagal tak bisa bangkit lagi? Belum cencuuuuu . Tahun 1998 banyak bertabur kisah-kisah model begini. Seperti David Beckham yang menjadi kontroversi saat mendapat kartu merah pasca kena tekel sama Simeone, Argentina. Entah tidak sengaja atau keki, Beckham yang masih dalam posisi tertelungkup, malah menendang Simeone. Entah juga itu tendangannya keras atau tidak, Simeone langsung meraung-raung kesakitan. Hahahaha.

Sepertinya, tindakan Beckham tidak patut diteladani, ya. Tapi kariernya terus melesat tuh abis itu. Terus berada di jajaran pemain utama The Three Lions (Lions yaow bukan macan , kalau Trio Macan sih itu kan tukang fit … *censored* :P). Sampai jadi kapten timnas segala lho abang satu ini, yang terkenal dengan tendangan bebas ala “tendangan pisang”nya 😀.

David Beckham (gambar : dailymail.co.uk)

David Beckham (gambar : dailymail.co.uk)

 

Pertandingan klasik antara Inggris melawan Argentina saat itu anggap saja kerikil-kerikil kecil yang tak begitu berarti bagi karier seorang Beckham. Nah, kita sendiri gimana nih, jangan-jangan sering memperlakukan sentilan kerikil kecil bagai hujan batu besar . Jangan, ya. Sayang, masa depan masih panjang kita malah sibuk bergumul dengan hal-hal sepele dalam hidup.

Tahun 1998, kemenangan Perancis atas Brasil membuat saya murka luar biasa. Mang lu siapa? hahahaha. Sembari menanti hasil UMPTN yang bikin galau, selepas menonton final tahun 1998, banting pintu masuk kamar dan memaki-maki Zidane dkk di atas beberapa lembaran kertas diary! Drama abisssss hahahaha .

Tapi, pelajaran penting di balik kemenangan Perancis ternyata sangat mengharukan, euy . Membawa hawa positif bagi kehidupan sosial di Negeri Menara Eiffel. Sudah sejak lama, kaum imigran seperti Zidane (aslinya dari Aljazair/Algeria) yang hengkang ke Perancis bersama keluarga besar, dianggap sebagai warga kelas dua . Keberhasilan Zizou membawa kawan-kawannnya menjuarai ajang sepak bola yang digilai-gilai di Perancis membuat level kaum imigran otomatis mulai terangkat secara nasional.

Bravo, Zizou! Anggap saja pujian sebagai permintaan maaf makian di diary dulu itu yak hihihihi.

Sebaliknya, bintang Ronaldo sebagai striker andalan Tim Samba saat itu terancam pudar. Pasca final Piala Dunia 1998, Ronaldo mengalami cedera berkepanjangan. Sampai-sampai banyak dugaan bahwa Ronaldo akan segera mengakhiri karier sepak bolanya.

Come back di tahun 2001, namanya membubung tinggi di Piala Dunia 2002. Tak hanya bergoyang bersama para fans merayakan gelar “Penta!”, Ronaldo juga berhak mendapat gelar sebagai top scorer. Gelar Ballon d’Or tahun 2002 pun jatuh ke tangannya. What a tremendous come back! ^-^. What doesn’t kill him makes him stronger!

Ronaldo from Brasil (gambar : muchomundial.com)

Ronaldo from Brasil (gambar : muchomundial.com)


Selipin dikit soal Piala Eropa tahun 2004. Ada peristiwa penting juga, nih. “Negative Football” yang diusung oleh tim Yunani sukses meraih gelar juara. Ini sempat jadi ledekan di kalangan dunia sepakbola. Tapi hey, kemenangannya tetap sah, dong 😉.

Pelatih Yunani, Otto Rehhagel, berkeras bahwa dia memang fokus kepada tujuan. Tujuannya kan menang. Caranya tidak penting, selama sah ya apa salahnya? . Tim Yunani nyaris tak punya striker handal yang bisa disandingkan dengan striker tim lain. Dengan cerdik, Rehhagel meramu konsep “full bertahan”, mempecundangi Ceko di semi final dan menggulingkan Portugal di final.

Walau penonton tersiksa nontonnya (ini konsepnya semacam 1 kiper + 10 pemain bertahan   :P), ya mau gimana lagi. Gol-gol yang tercipta dari tim Yunani hampir semuanya berasal dari bola-bola mati macam tendangan sudut atau tendangan bebas. Gondok berjamaah deh tim-tim lainnya hahahahaha.

We should learn a lot from this coach . Rehhagel dengan piawai memoles kelemahan timnya sebagai kekuatan! Fokus kepada tujuan, ada banyak jalan menuju Roma. Tak punya striker kelas dunia? Mainkan strategi bertahan habis-habisan.

Tapi kini, sudah banyak timnas yang handal di semua lini, sih, ya. Tahun ini pun rasanya Brasil punya kualitas pemain bertahan yang sangat mumpuni untuk mendampingi Neymar mengobrak-abrik pertahanan lawan –> beuh emak-emak dasteran mulai sotoy hahahahaha 😀.

Untuk saya pribadi, final 2006 is one the worst. Kedua tim yang masuk sama-sama bertabur pemain yang sudah berada di ambang karier. Termasuk Zidane. Aki-aki semua, euy, isi tim Italia dan Perancis waktu itu hihihi. Kedua tim pun sebenarnya tak terlalu diperhitungkan saat itu.

Sama-sama kelelahan menghadapi hasil seri menjelang menit-menit terakhir perpanjangan waktu, wajar bila situasi mulai memanas dan emosi mulai sukar dikendalikan.10 menit menjelang babak adu penalti harus dimainkan, one of the biggest drama happened.

Zizou & Mom (gambar : 7msport.com)

Zizou & Mom (gambar : 7msport.com)

 

Diawali dengan Materazzi yang terlihat mengawal Zizou dengan ketat sampai menarik baju segala. Sepertinya hanya perselisihan kecil, tapi entah mengapa, saat Zidane yang sudah berlari menjauh mendadak menengok. Sebuah kalimat singkat diucapkannya sebelum menanduk dada Materazzi dengan keras hingga Materazzi terjatuh.

Pertandingan terakhir yang diharapkan bisa menjadi penutup masa mengabdi untuk timnas yang manis, gagal total. Kartu merah untuk Zizou! Zizou meninggalkan lapangan dengan gontai.

Pasti pada kepo kan ada apa sebenarnya kok bisa-bisanya bintang besar macam Zidane mencederai pertandingan sekaliber final Piala Dunia. Uniknya, sebelum fakta terkuak, hasil survei menunjukkan mayoritas masyarakat Perancis tetap menyanjung Zizou. Mereka yakin sekali, Zizou did that for a strong reason!

Nah, itulah gunanya punya rekam jejak yang bagus . Masa lalu sukar untuk didustakan. Kecuali pakai kampanye hitam *sindirTerooosss* hihihi .

Zizou tak pernah mau mengakui secara terang-terangan Materazzi bilang apa saat itu tapi dia menolak untuk menyesalinya. Namun, saat wawancara itu juga, Zizou meminta maaf pada seluruh pemirsa karena sudah mempertontonkan hal-hal yang kurang terpuji. Ini kontroversinya juga banyak. Tak sedikit yang membela Zizou tapi banyak juga yang mengatakan Zizou yang kurang bisa mengendalikan emosi.

Oh well, konon saat itu Materazzi mengeluarkan umpatan kepada ibu dan saudara perempuan Zizou. I’m on Zizou’s side! Kemuliaan seorang laki-laki itu diuji saat mempertahankan martabat dan kehormatan ibunya dan saudara-saudara perempuannya. Family always comes first! .

Makanya, anak laki-laki itu paling sensitif kalau sampai ibunya segala kena kampanye hitam #eaaaaaaaaa  😛 . Jangan yaaaaaa 😉. Hormati ibu orang lain sebagaimana kalian ingin ibu-ibu kalian dihargai 🙂.

Final Piala Dunia 2010, masih hangat dalam ingatan, kehebatan Casillas menangkis serangan-serangan pilar depan tim Belanda saat laga puncak berlangsung. Tapi ya balik lagi, every second, everything changes . Laga kemarin malam malah membuat Casillas lemas tak berdaya saat gawangnya diterjang tanpa ampun sampai 5 kali! Sakitnya tuh di siniiiiii, tunjuk dada para fans 😀. Hahahaha.

Casillas (gambar : sportsillustrated.cnn.com)

Casillas (gambar : sportsillustrated.cnn.com)

 

Kata teman saya yang sekarang lagi bermukim di Madrid, keadaan di kota langsung sunyi senyap kayak kota mati. Cep, cep, cep, tetap semangat dong. Ingat, bola itu bundar! . Masa depan siapa yang tahu . Lah, terus kenapa ada fans yang panik dan langsung ganti profile pic itu???? hahahahaha *ngakakPenghianat*.

Seperti semua hal dalam kehidupan yang fana ini, semuanya hanya sandiwara saja. Untuk kita kaum muslim, kita wajib meyakini panggung sesungguhnya akan datang di hari akhir nanti :). Jatuh bangun dalam setiap pertandingan, turun naik episode-episode kehidupan, semuanya tidak akan berhenti sampai peluit panjang mulai terdengar atau tirai panggung mulai bergulir turun. Bukan di situ akhirnya :).

Perhitungan sesungguhnya, skor akhirnya itu bukan di sini, bukan di dunia.

Ceritanya mungkin mudah berubah, kadang terasa tidak adil, kadang terasa jumawa, tapi Yang Mahaadil tidak akan pernah luput. Manusia bisa salah menilai, tapi Tuhan Mahasempurna ^_^.

Astagah, dari sepak bola bisa ngelantur sampai ngomongin akhirat. Ya iya dong, ingat hari Akhir dalam keadaan apa pun itu syarat utama keteguhan iman. Pengingat untuk yang nulis juga pastinya :D.

Jadi, jangan sibuk nonton bola ajeeee :P.

Kalau iklan-iklan sirup Marjan sudah mulai tayang tanpa henti, toko-toko mulai ramai menawaran diskon, itu artinya … Ramadan akan datang sebentar lagi :).

Siap mencetak gol kemenangan dan meraih gelar pemain terbaik di sisiNya untuk ramadan tahun ini? Sudah sampai mana persiapannya? ;).


***

4 thoughts on “Dunia Ini Panggung Sandiwara

  1. Jiiiiiii kmrn mau ngegodain sih 5PA1N tapi ya sudahlah kayak mau nyikut suami sendiri yg cinta spanyol dan argentina ahahahhaha. Btw aku tau mbah google tau segalanya, tp kalo di memori tak ada rekam jejak dan tak punya kepintaran buat mengaitkan benang merah, takkan cantik tulisannya seperti ini
    Again, love your writing. *ketjup*
    Hup Holland Hup. #orangeCampaign

  2. aku menyaksikan final 2006 dan termasuk yang meradang ketika tahu “kabarnya” materazzi memprovokasi zidane dengan sebutan yg ga pantas. sakitnya sampe berminggu-minggu lihat zidane gantung sepatu dengan akhir kayak gitu. dan melihat casillas yg mukanya kuyu tiap kebobolan oleh belanda, langsung inget saat final 2010 lalu yang tangkapannya mantep banget.

    btw hebat mbak jihan bisa sampe serunut ini nulisnya. jadi tahu juga apa yg terjadi di final piala dunia tahun sebelumnya (maklum baru melek bola di tahun 2000-an awal). nice post mbak 🙂

  3. Spanyol oh spanyol.. dosa apa yang kalian bawa….? Hahahah…
    Aku masih istiqomah pegang itali, walopun udah mulai ngelirik2 brazil juga, nih.
    Yg kasus zidane itu emang dulu bikin shock. Aku pemuja zidan dengan jventusnya, dan yakin 100% dia punya alasan kuat utk melakukan yg sudah dia lakukan, jd harusnya sih ada interogasi menyeluruh atas apa yg dikatakan sm materazzi, ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *