London Bridge Is (Not) Falling Down!

“Sir, when a man is tired of London, he is tired of life; for there is in London all that life can afford.”
― Samuel Johnson

Saya merasa quote di atas lebay banget hehe. Quotenya muncul di salah satu buku traveling yang saya pinjam dari perpustakaan untuk nyari bocoran buat bikin itinerary for my short trip to London with the boys, senior maupun juniors hihihi 😛.

Sebagai penggemar Enyd Blyton dari kecil, siapa pula yang tak memasukkan London sebagai salah satu kota impian? Alhamdulillah akhirnya kesampaian. Walau hati teriris-iris mengingat harga visa Inggris  yang ternyata menempati porsi pengeluaran terbesar dalam acara jalan-jalan London kali ini huhuhuhu…

Kapan kita bisa seperti pemegang paspor Malaysia, ya? Yang leluasa hilir mudik ke hampir seluruh penjuru Eropa tanpa perlu ‘dikerjain lahir batin serta dompet’ dulu di kantor kedutaan? hihihi . Untung saja, untuk terbang dari Dublin untuk jalan-jalan London, jaraknya singkat sekali dan tiketnya super murmer   ^_^.  Viva Ryan Air :D.

Jalan-jalan London

Tahun 2011 lalu, MamaSejagat kedatangan kontributor London, si Rizka. Duh, mesti tabah saat mengedit tulisan-tulisan kirimannya si Mama Rizka hehehe. Sambil ‘sirik’ sambil ngebatin, “Ya Allah, semoga bisa nengokin London suatu hari nanti. Amin, amin, amin.” Ealah, siapa sangka rezeki selanjutnya ternyata nyantol di Irlandia, yang ternyata hanya berjarak sekitar satu jam-an dari wilayah UK 😀.

Mungkin karena datang dari Irlandia, saya merasa biasa-biasa saja sama taman-taman di London yang keren-keren itu. Tapi terpesona habis-habisan dengan museum-museum kece yang melimpah ruah. Gratis pula! –> ini yang sebenarnya yang bikin takjub kaliiiiii hahaha 😛.

London, konon tak pernah sepi dari pengunjung. Salut dengan pemkotnya yang begitu lihai membuat propaganda pariwisata dari hal-hal yang sebenarnya biasa banget ya menurut saya menjadi tontonan yang dinanti-nanti. Changing Guard di Buckingham Palace misalnya. Sumpah ya booo, acara Parade Senja bulanan di Istana Negara setiap tanggal 17 itu jauh lebih meriah dan menarik.

Changing Guard malah ritual harian, lho kecuali di beberapa hari tertentu diliburkan.

Walau begitu, saya tetap terpikat luar biasa sama yang namanya Museum Natural of History. Tempat yang sudah sukses bikin anak-anak saya menjerit-jerit karena melihat aneka rupa fosil dinosaurus itu! Hahahahaha 😀.

Jalan-Jalan London

Tempatnya sendiri luas banget-banget-banget. Untuk menuntaskannya, seharian penuh pun belum tentu cukup. Bangunannya besar dan megah. Kami pilih-pilih saja area yang dirasa disukai oleh anak-anak. Waktu kan terbatas ya, sementara yang mau dikunjungin banyak bener hihihihi –> gak mau rugi 😀.

Museum ini merupakan salah satu daya tarik utama pengunjung mancanegara maupun lokal. Gratis, lho 😉.

Tidak cuma itu, National Gallery yang berada di salah satu sisi Trafalgar Square juga luar biasa ciamiknya. Trafalgar Squarenya malah enggak penting-penting amat menurut saya. Tapi demi eksistensi, tentu saja kudu mampir bentar untuk selfie ya Kakaaaaa hihihihi.

Enggak nyangka, saya yang enggak pernah tertarik pada lukisan bisa betah banget di National Gallery . Mungkin karena lukisan-lukisan di sana penuh ‘drama’ semua hahahaha. Kisah-kisah dari alkitab yang dituangkan ke dalam kanvas. Baru sadar, betapa miripnya kisah nabi-nabi versi Islam dan Nasrani . Bahkan, kisah Siti Hajar dan Ismail di sumur zam-zam juga bisa dibilang persis dengan versi Hagar dan Ishmael 🙂.

Kisah Moses/Musa yang diikuti oleh kakak perempuannya kala dihanyutkan ke sungai juga ada dalam alkitab . Pertentangan utama antara Islam vs Nasrani mungkin ada pada surah Al Ikhlas ya hehehe.

Tower of London mungkin yang paling bagus diantara semuanya.

Tapi kisah paling inspiratif itu ada di Museum of London yang terletak tak jauh dari London Wall ini.

Sebenarnya sudah sering membaca sejarah-sejarah UK dan Eropa di abad pertengahan kala mereka lagi ‘hancur-hancur’nya. Tapi baru tahu soal kebakaran di London yang berlangsung selama berhari-hari di bulan September 1666 silam.

Sekitar 5 hari, Kota London dikurung kobaran api yang mungkin melumpuhkan dua pertiga dari wilayah kota. Banyak penduduk yang lari. Raja sampai menjanjikan upah yang besar bagi mereka yang bersedia tinggal dan berjuang memadamkan titik-titik api yang sudah menjilati hampir semua wilayah kota saat itu.

Ilustrasinya dalam bentuk short movie bernarasi penuh drama. Duh, nontonnya ngeri-ngeri sedap. Apalagi pas nonton video Black Death. Duh, ini aktivis anti vaksin kudu nonton dan mempelajari sejarah Black Death yang pernah membuat Eropa kehilangan sekitar lebih dari sepertiga penduduknya. Eropa lho ya bukan UK doang.

Black Death adalah sebuah periode dimana penyakit menular nan mematikan menghantui sekujur wilayah Eropa. Penyakit-penyakit ini tak hanya datang saat periode Black Death saja. Di abad-abad setelahnya, penyakit-penyakit seperti campak dan cacar datang kembali menggerogoti penduduk negeri.

Makanya, vaksinasi itu bukan konspirasi kali ah hehehehe. Di Eropa, vaksinasi wajib, jib, jib. Enggak cuma wajib tapi juga gratis dari pemerintah 😉. Saking traumanya kali ya jika penyakit menular ini ‘bangkit’ dan kembali mewabah ke mana-mana 🙁.

Penyakit menular, kebakaran hebat, raja-raja yang korup, pertentangan agama yang penuh pertumpahan darah antara Protestan dan Katolik silih berganti mewarnai masa lalu Negeri Kerajaan paling tersohor ini 🙂.

Tapi lihatlah London kini 😀. Memandang tegaknya Big Ben yang berdiri kokoh di puncak House of Parliament dari tepian Sungai Thames, landmark kota di seberangnya (London Eye), lalu jalan-jalan ke Wesminster Abbey, kita langsung sepakat betapa asoy geboynya Kota London sekarang.

Walau gitu, London bukan kota yang ramah sama stroller/buggy huhuhu. Banyak sekali tempat-tempat umum yang tidak menyediakan lift atau escalator. Adanya tangga doang! Bahkan stasiun-stasiunnya juga gitu cobak . Tangga di mana-mana. Bayangin itu waktu jalan-jalan London pegelnya tangan ngangkat-ngangkat stroller. Apalagi kalau penghuninya lagi tidur huhuhuhu.

Jalan-Jalan London

Cuaca saat jalan-jalan London juga perlu diperhitungkan. Cuaca di UK mirip dengan Irlandia. Moody abis hehehehe. Hujan datang tidak memandang musim. Musim semi dan musim panas pun, hujan cukup rajin menyapa .

Intinya, jangan mau kalah sama London hehehe. They may say, London Bridge is falling down, falling down, falling down! But it’s not! .

Katanya sih ya, kita enggak boleh gentar sama cobaan. Mungkin begitu cara Tuhan menguji kekuatan kita. Mengetes kesabaran hambaNya. Menempa kita untuk tak mudah menyerah menghadapi masa depan. Kan ada tuh ungkapan terkenalnya, what doesn’t kill us, makes us stronger.

“We all make mistakes, have struggles, and even regret things in our past. But you are not your mistakes, you are not your struggles, and you are here NOW with the power to shape your day and your future.”
― Steve Maraboli

Rise and shine, my dear friends. Everytime you feel like you cannot go on, always … Rise and shine! 

–> mau pamer abis  jalan-jalan London aja mesti bikin tulisan panjang lebar begini yak *ngelapKeringat* hahahahahahhaha. Foto-foto lebih  komplit dan bebas narsis (hihihi) beserta tulisan-tulisan berikut tentang jalan-jalan London akan meluncur segera ^_^.

***

11 thoughts on “London Bridge Is (Not) Falling Down!

  1. ahhh… sakit peruuutt saking ngirinya.. hihihhi… pengen banget bisa jalan-jalan ke Eropa, terutama ke Skotland, Irlandia dan Inggris tentunya.. dan kalo bisa mah gratis gitu ke sananya wkwkwkwkw… aamiin 😀 ntar review museum-museum yang ada di sana dong jihan.. I love museums..

    oya… saya menganugrahi dirimu dengan Liebster Award ya.. semoga berkenan.. 🙂 http://pipitta.com/2014/06/liebster-award-from-me-to-you/

  2. banjir ga? ga kan yah?
    tuh, london aja sering ujan tapi ga banjir, jakarta ujan sehari aja udah tenggelem hihihi

    duuh.. semoga dikasi kesempatan untuk jalan2 UK iih *amiiinnn*

    • Eits, jangan salah, baru-baru ini, kalau gak salah januari atau februari kemaren ada banjir di sekitar salah satu tepian Sungai Thames lho. Monggo dicek ^_^

  3. Duhhh… semoga anakku bisa dapat beasiswa sekolah di eropa… jadi emaknya bisa sering2 nengokin dengan dalih kangen anak padahal ada tujuan tersembunyi: nyari tempat nginep gratisssss… hehhehe..mupeng liat museum2nya.. anak2ku pasti suka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *