Will You Still Love Me?

Sudah nonton The Great Gatsby? Salah satu film yang lumayan berjaya di perhelatan Oscar tempo hari. Belum? Sama doooong hihihi.

Gambar : gimmedigital.com

Gambar : gimmedigital.com



Tapinya, saya ini penggemar spoiler sejati! Hahaha. Kalau baca novel, kebiasaan saya adalah membaca halaman terakhir dulu ๐Ÿ˜›. Makanya kalau membuat fiksi (entah novel atau cerpen), selalu saya pastikan dua tiga paragraf terakhirnya beres dulu. Konon, Capricornus sejati memang agak sukar berdamai dengan rasa penasaran ๐Ÿ˜€.

Film yang diangkat dari novel popular di tahun 1920-an mengangkat kisah cinta sederhana aja, kok. Spoiler alert, spoiler alert! Loncati 4-5 paragraf di bawah kalau dese anti spoiler dan berminat menonton filmnya ๐Ÿ˜›.

Film yang dibuka dengan narasi oleh orang ketiga, Nick Carraway, seorang pemuda yang datang ke New York dan ingin bekerja sebagai seorang salesman. Dialah yang bercerita tentang Jay Gatsby, tetangganya yang ternyata belakangan diketahui menyimpan cinta mendalam tak berbalas kepada Daisy Buchanan, sepupunya si Nick. Duh, drama banget deh awwww hihihi.

Filmnya berakhir sad ending. Gatsby tak hanya diam-diam menggelar berbagai pesta mewah (yang tak pernah dihadirinya) hanya untuk menarik perhatian sang pujaan hati. Tapi, Gatsby juga berani mempertaruhkan diri untuk menyelamatkan Daisy yang lagi galau dan menyetir mobil ugal-ugalan dan menabrak mati Myrtle.

Mobil kuning tersebut milik Gatsby. Dan Gatsby memutuskan untuk bertanggung jawab atas kematian Myrtle setelah sebelumnya bercerita panjang lebar kepada Nick. Uniknya, Myrtle ini selingkuhannya Tom (suaminya Daisy). Nick tahu soal ini. Tapi kecelakaan Myrtle benar-benar murni ketidaksengajaan karena dari spoiler saya menangkap kesan bahwa Daisy tidak tahu soal hubungan Myrtle dan Tom.

Nyawa Gatsby berakhir di balik pistol suami Myrtle yang diberitahu oleh Tom mengenai pemilik mobil kuning yang menabrak istrinya. Daisy memutuskan pergi begitu saja bersama Tom, membawa putri kecil mereka meninggalkan New York.

Ceritanya sih simpel tapi menyisakan rasa gondok yang mendalam bagi yang menonton. Tertuduh utama pastilah Daisy. Perempuan cantik lemah lembut yang pernah menafikan rasa cinta Gatsby. Sebenarnya mereka memang pernah berhubungan saat tak sengaja bertemu di sebuah pesta. Klasik, ya. Cinta antara si miskin vs si kaya ๐Ÿ™‚.

 

Gatsby & Daisy (gambar : people.com)

Gatsby & Daisy (gambar : people.com)

 

Daisy akhirnya menikah dengan Tom, sesama kaum bangsawan. Hingga akhirnya Gatsby yang memang berusaha keras menjadi bagian dari keluarga terpandang muncul lagi. Kali ini, Gatsby beneran udah tajir ๐Ÿ˜€. Sempat kembali bernostalgia, sekeras apa pun Gatsby berusaha merebut kembali takdir yang dianggapnya memang untuknya, Daisy selalu memilih untuk bersama Tom ๐Ÿ™‚.

Saya tak hendak membahas isi pikiran Daisy. Saya kan tidak dibesarkan sebagai anak bangsawan atau orang kaya jadi ya, beda ‘genre’ ama Daisy Buchanan hihihi. Don’t judge others because often we don’t know the whole story ๐Ÿ˜‰.

And of course, tema perselingkuhan bukan inti tulisan eike. Mending bahas yang legal-legal ajah … pernikahan ๐Ÿ™‚.

Untuk Gatsby, situ kok enggak pede banget sih, Kakaaaaa?

Rasa percaya diri adalah modal penting banget untuk memulai sebuah hubungan pernikahan. Bagus deh, Gatsby dan Daisy tidak berakhir dalam pernikahan. Ini pendapat pribadi tidak merujuk kepada psikolog mana pun hehehe. Maaf kalau sotoy.

But I do believe, we found the greatest love of all inside of us (nyontek lirik lagunya Whitney).

Akan sangat sulit sekali menjalani hubungan yang diikrarkan sehidup semati kalau salah satunya sejak awal tengah berusaha menepis eksistensi diri sendiri. Iya dong, ya. Cemburu yang berlebihan itu apa coba penyebabnya kalau bukan kurang pede?ย Sampai kapan kita sanggup berusaha menjadi orang lain kalau hanya untuk meraih simpati dari orang lain?

Tidak mungkin menyayangi orang lain kalau tak mampu menghargai diri sendiri. Itu pasti ๐Ÿ™‚. Karena kalau ada yang menganggap bisa itu namanya bukan bercinta tapi berkorban ๐Ÿ˜‰.

Karena ketertarikan fisik, materi, apalagi kalau cuma embel-embel hati saya berdebar-debar sejak pertama bertemu … sooner or later, they’re all gone. Semuanya akan memudar bahkan tak mungkin akan terbenam selamanya.

Menurut saya memang perkenalan atau thing called ‘pacaran’ sangat absurd untuk dijadikan tolak ukur langgeng tidaknya sebuah pernikahan. Tapi apakah kalau pacaran bakal cepat bubar? Ya kagak juga. Salah satu sahabat saya bahkan orang tua saya sendiri adalah produk dari ‘perjodohan’ย . Sahabat saya sudah menjalani belasan tahun pernikahan dan asyik-asyik saja. Sedangkan orang tua saya membuktikan sumpah “till death do us apart”.

Ada juga yang berhubungan dekat cukup lama dan begitu menikah juga langgeng sampai sekarangย . Makanya, bagaimana kita memulainya bukan tolak ukur.

Yang menentukan adalah bagaimana setelah ijab kabul selesai, apa yang terus kita perjuangkan setelah buku nikah resmi di tangan, setelah pendeta berujar, “you may kiss your bride” atau setelah para saksi menegaskan, “sah!”

Karena katanya (nah, yang ini bukan kata saya), cinta itu kata kerjaย . Bukan kata sifat yang bisa menghilang. Tapi kata kerja yang bisa terus diusahakan. Not to just feel it, but to work on that .. all the time! Itulah bedanya memilih untuk berkomitmen vs jatuh cinta :). Banyak yang merasa keduanya hal yang sama padahal sejatinya menjalankan komitmen vs jatuh cinta bedanya bagaikan bumi dan langit.

Waktu masih fase ‘pacaran’ atau fase awal menikah, mungkin asyik-asyik saja mendengarkan dengan tekun bila yayang mengoceh soal saham soal reksadana soal investasi bla bla bla sementara kita sama sekali tak tertarik ngurusin gituan hihihi. Atau dari sisi suami, awalnya tabah-tabah saja mendengar curhat istri yang biasanya segala dicurhatin dari model panci yang paling cocok untuk ngerebus air (it did happen! hahaha) sampai mengapa ukuran sepatunya kok kayaknya gede sebelah ya padahal nomornya sama hihihihi.

And then time passed. Anak demi anak lahir. Hingga di suatu pagi yang sibuk kebetulan pula terlambat bangun dan sang istri lagi berusaha bujukin anak makan sambil nyelesein makan siang buat bekal suami ke kantor, suami pun datang dan nyerocos panjang lebar, “Duh, harga saham naik. Tahu gitu kemaren beli lot-nya agak banyakan. Enaknya gimana, ya? APa tahan dulu apa beli lagi aja, atau …”

Dulu, istri mungkin mendengarkan dengan sabar dengan senyuman sok tulus walau sebenarnya tak pernah benar-benar peduli. Tapi pagi itu, malah banting wajan sambil ngomel, “Saham, saham, saham! Bantuin gue nyuapin anak tuh biar kagak telat ke sekolah!” Hahahhahahha.

Atau dulu anteng aja dengerin pacar bercerita hal-hal sepele, hingga akhirnya di suatu sore di musim gugur, istri bilang begini, “Ih, cuacanya bagus banget! Keluar yuk, kita foto-foto sama daun-daun. Pasti keren deh, tuh, backgroundnya.”

Suami merespons dingin, “Foto-foto-foto aja yang dipikirin. Udah masak belon? Masak sana, laper nih!” Hahahahaha.

Trust me, sooner or later, “kaulah segalanya” atau “i’d do anything for you” atau “you’re the center of my universe” will fade away! ๐Ÿ˜€.

Tapi tak berarti it’s the end of our marriage, kan? Hehehe. Debaran di hati boleh hilang, basa basi boleh memudar, tapi cinta tak selalu berarti telah pergi. Ingat, kata kerja, kata kerja, kata kerja hehehe. As long as we both are working on that, it’s always there, tidak pernah ke mana-manaย .

Jadi, jika ada yang bercerai, saya kurang sepaham bila bilang sudah takdir, anu-anu-anu, sudah tidak cinta, sudah berbeda arah, sudah tidak cocok… lah, memangnya mana ada di dunia ini dua pikiran yang benar-benar akan sejalan 100%? ๐Ÿ˜‰. Even if you are twins. Ibu saya itu saudara kembar lho hehehe. Dan kami, anak-anak si kembar ini tahu pasti si kembar ini punya tabiat yang cukup berbeda. Misalnya, satunya tergila-gila di dapur yang satu secukupnya aja berhubungan dengan panci dan teman-temannya :P.

Saya tidak menentang perceraian. Dan tentu saja tak ingin menghakimi siapa pun yang telah memilih jalan iniย . Again, we don’t judge others for often we don’t know the whole story. Cuma kurang sependapat saja jika cinta lagi yang disalahkan. Atau perbedaan lagi yang dikambinghitamkan. Karena dari awal pun kita semua diciptakan berbeda oleh sang pencipta. Menikah puluhan tahun pun tak akan bisa menyamakan apa yang dari sananya sudah berbeda ini.

 

Gwyneth - Chris, the end of the road :( , gambar : thatchick1960.com

Gwyneth – Chris, the end of the road ๐Ÿ™ , gambar : thatchick1960.com

 

Di mata saya, jika pasangan yang sudah menikah memutuskan berpisah itu karena salah satunya atau mungkin dua-duanya sudah memutuskan untuk berhenti berusaha. Bukan karena cinta sudah pergi, simply because they decide to stop working on thatย . Sotoy? Biarin! Heheheย .

Tapi adalah benar bila salah satunya sudah memutuskan secara bulat untuk tidak meneruskan pernikahan, yang satunya sebaiknya jangan berani-berani memaksa untuk mengarungi kehidupan dalam kapal yang sama. Cepat atau lambat, kapalnya pasti akan karam juga. It takes two tango, yes?ย . Selalu diperlukan usaha keras dari suami dan istri untuk terus mempekerjakan si cinta ini dalam hati masing-masing. And it’s not related with whether you’ve already had kids or notย .

Pada akhirnya, tak ada pasangan yang sempurna. Berantem itu pasti. Kadang sampai minta cerai juga kebablasan, tapi tak perlu harus benar-benar dibiarkan terjadi, kan?

โ€œWe come to love not by finding a perfect person, but by learning to see an imperfect person perfectly.โ€ โ€• Sam Keen, To Love and Be Loved

Sotoy, sotoy, sotoy hahahaha. Biarin ah, toh memang ditulis untuk anniversary noteย saya dan suami sendiri kok. Weeeeekkkk *meletMeletLidah*.

Nyanyik sambil *benerinPoni*

Will you still love me
When I’m no longer young and beautiful?
Will you still love me
When I got nothing but my aching soul?
I know you will, I know you will
I know that you will
Will you still love me when I’m no longer beautiful?

(Lena Del Rey, “Young and Beautiful”, OST The Great Gatsby 2013)

Happy (belated) anniversary, Pops! Semoga sakinah, mawaddah, warrahmah selalu. Sekarang, nanti, tahun depan, dua tahun lagi … and beyond! ๐Ÿ™‚.

28 april 2007 – 2 Mei 2014.

 

***

30 thoughts on “Will You Still Love Me?

  1. Happy anniversary, neng cantik. Makin manis dan nagih ya semakin bertambah usia kebersamaan. *nyanyi fals lagu Grow Old With You* I agree with you, bgt. Aku masih suka syenel tiap ingat komen seorang penulis terkenal yg blg cintanys sudah kadaluarsa krn itu memilih berpisah. Kalo gag diusahakan mah gak usah nunggu belasan tahun buat kadaluarsa, setahun jg udah bisa basi ihik

  2. aaaakkk…aku suka ini, mbaaakk..panjang tapi asyik bgt bacanya..plus jadi pengen nonton filmnyaa.. ๐Ÿ˜€

    Trust me, sooner or later, โ€œkaulah segalanyaโ€ atau โ€œiโ€™d do anything for youโ€ atau โ€œyouโ€™re the center of my universeโ€ will fade away! –> hahaha..bener banget. tapi itu ga boleh jadi alasan utk mengakhiri segalanya..hehe..

    happy wedding anniversary yaa, mbaak..semoga makin bahagia & berkah hidupnya..aamiin..btw mbak sama suaminya mirip ya.. ๐Ÿ™‚

  3. Barakallah, Mbak. Semoga semakin samawa. Suka deh lihat yang pakai baju pengantin. Itu yang di kepala beratnya berapa kilo, Mak? ๐Ÿ˜€

  4. yang tahun 2005 ingat sama artis Medan “Mega Sylvia”. Cantik.

    How about : You have bewitched me, body and soul, (pride and prejudice}
    Do you like that movie, Sis?
    Anyway, Happy anniversary,, Barakallah,,, *bighug

  5. happy anniversary ya jihan ๐Ÿ™‚
    btw cerita banting panci gegara bosen denger update saham itu curcol ya? hihihihi… ๐Ÿ˜›

  6. Selamat ulang tahun pernikahan ya mbak.. Heheh.. Maaf terlambat ucapinnya, soalnya baru baca ini ๐Ÿ™‚

    Melow bacanya juga.. Jadi langsung kebayang aku ama suami. Soalnya sering bilang ama suami, apakah kamu masih akan mencintai saat harus terus menemaniku saat-saat terberat dalam hidupku ini ;'(
    Aih.. Jadi melow deh…

  7. Happy anniversary mba,..duhh baca ini berasa diaduk-aduk deh. Berasa dibenerin ini kepala dan hati…heuheu, terima kasih ya mba ๐Ÿ™‚

    eh, aku udh nonton filmnya mba, dan bete sm endingnya… saat awal saya berfikir, ihh ada ya cinta yg begitu mendalam dan saya pikir keduanya memiliki cinta yg dalam. Daisy dan gatsby…tapi begitu daisy meninggalkan gatsby begitu saja, saya pikir ada yg gak senada disini. Cinta daisy gak sekuat gatsby, dia memilih tetap bersama Tom. keputusan yg benar tp bikin penonton bete krn tokoh sentral utamanya jelas gatsby :)))

  8. Aku nonton filmnya juga. Antara salut dan gondok lihat endingnya. Tapi, pada akhirnya kenyataan memang harus dihadapi. Bermain api sifatnya sementara, karena pernikahan jadi ikatan kuat untuk mempertahankan cinta masing2. Hmm… its life, yes, mak ๐Ÿ™‚

  9. Kayak El ya wajah si ganteng di foto bawah itu hahahaa….loss focus ๐Ÿ™‚

    Okay okay jeng poni, i’ll always work on it… doain yaaa… doa yg sama untukmu dan keluarga kecilmu, semoga terus lekat dalam cinta yg selalu kalian usahakan utk terus bersemi dalam diri, baik itu saat ‘summer’ ataupun ‘winter’ tanpa harus melalui fase gugur *pinjem istilah 4 musim yaa hahaha…maksa banget

  10. Salam kenal mbak ^_^… Akhirnya ada kesempatan mampir ke blog ini. Sebelumnya happy anniversary ya mbak… semoga selalu diberkahi Allah dan selalu dalam lindungan-Nya, amien!
    Setujuuuuuu, CINTA itu memang kata kerja. Dan yess… harus terus diusahakan. Tidak pun ke suami, ke anak, keluarga besar semua kudu diusahakan tetap ada. Dan menurut saya, semua itu sangat erat dengan kedekatan kita sama Allah… semakin kita mendekat pada-Nya.. buat mencintai makhluk-Nya tidak akan sulit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *