Bear With Us

Selama masih di jalan yang benar, #saveKPK tanpa henti. Korupsi ini benar-benar deh :'(.

Gambar : kaskus.co.id

Gambar : kaskus.co.id

Dua tahun terakhir ini, memang KPK ‘kurang ajar’. Semua warna dijadikan bungkus sasak tinjunya . You name it. Merah, kuning, hijau, biru … sampai yang mengaku paling putih sekali pun.

Saya tertarik membahas sedikit soal tuduhan, “Ah, KPK hanya berani menangkap ikan teri. Tidak berani menangkap ikan kakap.”

Sebuah contoh kasus dari buku “Tipping Point” (Gladwell) yang mencoba menjelaskan “Teori Jendela Pecah” bisa dipakai untuk menjawab hal ini. This book… is a very worth reading. Baca, deh. Label best seller international yang disandangnya bukan hanya basa basi.

New York sebelum tahun 90 an benar-benar menjadi kota yang mencekam. Kejahatannya enggak main-main. Perampokan, pemerkosaan, pembunuhan sangat tinggi. Keamanan adalah keistimewaan yang luar biasa.

Selepas senja, jalan-jalan sudah langsung sepi saking takutnya orang berkeliaran di jalan.

Pada kenyataannya, hanya dalam tempo sangat singkat, di tahun 1992, tingkat kejahatan di New York menurun drastis. Segala penelitian dilakukan untuk mencari anomali ini. Karena sejak tahun 70 an, pemerintah kota telah berusaha keras mencoba berbagai cara untuk menurunkan tingkat kejahatan di New York.

Cara beda apakah yang digunakan?

Setelah diteliti, sejak pertengahan 80 an, telah dipraktikkan si “Teori Jendela Pecah” tadi. Gampangnya gini, sebuah kaca jendela yang retak di salah satu rumah pemukiman memicu keberanian orang-orang untuk memecahkan kaca jendela yang lain bahkan memicu kejahatan yang lebih besar lagi. Ini ada penelitiannya ya bukan teori kosong nan iseng-iseng 

Nah, teori inilah yang diadopsi oleh Pemkot dan Kepolisian kota NY.

Selain merampok-membunuh-memperkosa dll yang tumbuh subur di seantero New York, kejahatan kecil-kecil juga tidak kalah serunya. Misalnya, untuk naik angkutann umum seperti kereta tidak perlu membayar karcis. Badan kereta dicoret-coret dengan grafiti macam-macam oleh berandal-berandal jalanan. Dibiarkan begitu saja.

Nah, dari sinilah pemkot New York bergerak. Mereka fokus dan disiplin keras pada yang kecil-kecil ini. Semua calon penumpang diperiksa sebelum naik kereta. Tidak punya karcis, selain tidak diperbolehkan naik juga diberi denda. Bahkan ada yang ditangkap.

Semua grafiti dibersihkan dan memastikan jika besok paginya badan kereta bebas dari gambar-gambar apa pun. Begitu terus selama berhari-hari hingga berbulan-bulan.

Hanya inilah satu-satunya pembeda ketetapan yang diterapkan oleh pemkot New York hingga tahun 1992 tadi. Sisanya adalah hal-hal yang sudah sejak dulu digalakkan. Misalnya patroli malam, memberi hukuman berat pada kejahatan berat dsb. Tidak pernah mempan.

Hal ini kelihatannya remeh tapi efeknya luar biasa. Yes, kelihatannya mudah saja. Cegahlah orang untuk memecahkan kaca jendela untuk memancing perhatian orang lain untuk berbuat kejahatan lebih.

Kedisiplinan pemkot kota dalam urusan naik kendaraan umum ternyata ampuh untuk menularkan rasa takut kepada para pelaku kejahatan yang lebih berat. Simpel, “WIh, ngeri ah. Naik kereta enggak pakai karcis saja bisa ditangkap.”

Pemkot juga memberi sinyal soal grafiti di badan kereta tadi. Jangan coba-coba sok jagoan dengan menggambari badan kereta. Kami awasi dan tak kami diamkan.

Ini masalah psikologis saja sebenarnya.

Sama dengan kasus korupsi. Modus-modus operandi korupsi di era terkini selalu melibatkan banyak pihak. Tonton saja video ini, tahap perencanaan saja sudah ada suap-suapan. Uangnya belum pasti ada di tangan saja sudah ada niat busuknya dan sudah ada sponsornya.

Yang kakap-kakap itu jelas pantatnya panas kalau yang teri-teri ini mulai ditangkapi satu-satu. Suatu hari teri akan habis. Orang akan takut menjadi ikan teri. Sementara ikan kakap mungkin susah bergerak tanpa kerja sama dari yang teri-teri ini . Korupsi sudah jadi budaya.

Seperti di New York saat itu, kejahatan tanpa sadar membudaya.

Keuntungan lainnya, effort untuk menangkap kakap memang luar biasa kan? Tangkap teri tentu lebih gampil . Dan jangan sampai kita terjebak pada pola pikir, “Sementara pencuri duren belum ketangkep, pencuri kesemek kagak boleh disentuh.” Itu adalah pikiran yang sungguh menyesatkan .

Cuy, nyolong ya nyolong. Mau sandal jepit mau emas murni 10 kg, nyolong is nyolong. Yes? .

Jadi, saya mah bingung kalau ada pencuri yang membanggakan prestasinya karena hasil curiannya ternyata tidak sebanyak rekan-rekan pencuri lainnya. Katanya itu bagus. Sana nyolong banyak, sini nyolong dikit. Padahal mah ya, kali aja nyolong dikit karena belum kesampaian nyolong yang gede? Ingat teori jendela pecah tadi .

Berani jujur itu hebat. Berani? .

Dukung terus KPK!

Tak ikut andil dalam politik tidak berarti kita harus buta politik. Itulah gunanya masyarakat. Bukan untuk mengeluh dan lari dari masalah. Bukan untuk pasrah dan menarik diri dan dibuai angan kosong, “Ah, diam sajalah dulu. Nanti siapa tahu, tahu-tahu jadi benar.”

Adalah sangat aneh mengharapkan situasi berubah tanpa melakukan apa-apa . Seperti orang yang memilih tidur dan berharap saat bangun, voila! Sekitarnya sudah berubah dengan sendirinya. Itu hanya ada di film-film Disney zaman baheula, Kakaaaaa . Putri tidur kaleeeee .

Ingat pesan Pak Anies Baswedan. Kita harus lawan sama-sama politik uang ini. Buktikan keikutsertaan kita dalam Pemilu tahun ini sama sekali tak ada hubungannya dengan uang 🙂.

Untuk anda yang terpelajar dan masih mau meluangkan waktu berpikir dan menyeleksi caleg untuk Pemilu 2014, jangan golput . Setop angan-angan kosong anda yang berpikir golput akan menyelamatkan bangsa. Menyelamatkan anda dari pusing sendiri sih iya .

Be brave, People! Perubahan itu tidak serta merta. Ya jangan juga berharap milih sekali ini tiba-tiba duarrrr, Indonesia jadi negara maju . Bear with us .

Pemilu 2014, jangan golput!

Make that change.. YOU!

11 thoughts on “Bear With Us

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *