Stand Still, Pakde :)

Sedih, ya, lihat musibah di tanah air 🙁.

Tapi terbersit kasihan juga sama seorang laki-laki yang hingga kini masih setia dengan baju putih lengan panjang dan celana hitamnya.

Yang itu badannya kagak gemuk-gemuk hehe. Agak beda dengan beberapa pejabat yang tak lama setelah mendaki tangga kekuasaan, perut bisa otomatis melendung ke depan .

Mukanya ya gitu-gitu aja. As ndeso as before :P. Memang yang model begini bikin gemas. Berbeda dengan pejabat-pejabat kebanyakan. Di mana lovernya banyak yang garis keras, soalnya akun bayaran semua, siiiiihhhh hihihihi . Apes bener, bolak balik dapat tudingan akun bayaran, transferan enggak kunjung datang hahaha.

Pakde-ku dibully habis-habisan sebulan terakhir ini.

Santai ya, Pakde. Keep cool . Tetap bekerja seperti biasa. Eh, maksud saya, tetap pencitraan seperti biasa, seperti yang dari dulu dan sampai sekarang yang tetap konsisten dilakukan. As they always said, “Pencitraan” 😀.

Ini momen emasmu, Pakde. Because “The ultimate measure of a man is not where he stands in moments of comfort and convenience, but where he stands at times of challenge and controversy.” -Martin Luther King, Jr-

Semoga selalu dilimpahi kesehatan dan kesabaran di masa-masa sulit ini. Karena khawatirnya kalau Pakde sampai sakit, entar disangka pura-pura atau sengaja karena ogah mengurusi banjir hehehe.

In these times of challenge and controversy, stand still, Pakde. Stand still 🙂.

Btw, yang merasa lover enggak usah ikut-ikutan panas, ah hehe. Pakde saja kalem selalu nanggepinnya.

Judging a person does not define who they are but defines WHO YOU ARE 🙂. Jangan ikut-ikutan seperti mereka. Biarlah kalau dirasa keren kali jelek-jelekin orang lain. Beberapa orang memang punya logika yang aneh. Dengan menjelek-jelekkan orang lain, mereka berilusi diri mereka terlihat lebih baik. Let them, they’re non of your business. Doakan Pakde saja. Orang baik banyak yang mendoakan. Makanya disayang Tuhan ;).

Semoga banjir segera berlalu. And so does the drama 😀. Amin, amin ya rabbal aalamiin.

 

Jokowi be the man

5 thoughts on “Stand Still, Pakde :)

  1. Wajah kayak Jokowi di Solo banyak mbak. Cuman Rejekinya yang beda. hehehehehe….!!!!!! Gaya Jokowi kalau di Solo juga banyak yang menjalani. Cuman memang nggak terekspos. Salam dari Solo Jateng

  2. Lebih baik menahan diri dan menjaga hati.
    Menjelek-jelekkan orang lain sejatinya adalah sikap kerdil untuk menutupi kelemahan diri (yang gagal berada di posisi orang yang dijelek-jelekkan tersebut).

    Tidak ada manusia yang sempurna.
    Ketika merasa diri mampu, lebih baik bahu-membahu melengkapi kekurangan pemimpinnya.
    Itulah indahnya hubungan pemimpin dan rakyat dalam alam demokrasi.

    #AyoBantuJokowi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *