We are (NOT) Doomed!

A friend said, “Semua yang jelek-jelek bisa lo liat di Indonesia sekarang. We are doomed! Apa yang lo cari? Korupsi? Kemiskinan? Bencana alam? Berantem soal agama? Komplit, Bo! Yes, we are doomed! Ganti paspor kalau ada kesempatan!”

***

Saya tadinya tidak menyangka kota kecil seperti Athlone ini punya perpustakaan. Waktu suami saya cerita, saya merespons dengan meremehkan, “Perpustakaan main-main aja kali. Rak bukunya paling cuma berapa, sih?”

Kaget pas diajak ke sana. Wow, buku anak-anaknya buanyaaaaakkk bangeeettt. Pojok favorit saya, padahal di bagian buku anak-anak, nih, ya, adalah di sudut kiri lantai bawah. Kumpulan cerita sejarah yang biasanya dibuat ringkas saja dengan bahasa yang lebih mudah dimengerti hihihi. Biasanya dalam bentuk biografi orang penting di masa itu. Kebanyakan adalah tokoh-tokoh Inggris.

Sudah ada beberapa yang saya baca. Mulai dari Ratu Victoria, Shakespeare, Rosalind Franklin, Guy Fawkes dll.

Ternyata, pepatah yang mengatakan Roma tidak dibangun dalam semalam itu memang benar . Negara Inggris yang segitu bikin mupengnya itu dulu pun pernah berada dalam masa kegelapan. Tak cuma Inggris, Eropa secara keseluruhan pernah hidup dalam abad kegelapan.

Zaman Ratu Victoria, kemiskinan merajalela. Penyakit-penyakit menular tak tertangani. Banyak vaksin belum ditemukan. Jadi, yang selalu menuduh vaksin itu adalah pembodohan dan konspirasi, kagak tahu deh dapat infonya dari mana hehehe.

Kebersihan bukan sifat bawaan kalangan Eropa, lho . Nah, kalau ini saya tahunya dari buku-bukunya Karen Armstrong. Pssttt…orang Eropa di masa Perang Salib terinspirasi oleh seni dan kebudayaan Timur Tengah yang memang memiliki banyak pusat peradaban tertua di dunia seperti Mesopotamia dan Persia.

Kisah Rosalind Franklin yang hidup saat ilmuwan perempuan masih sangat sedikit. Persamaan hak untuk kaum perempuan di bidang pendidikan kala itu masih terseok-seok. Padahal Franklin hidup di abad ke-20.

Pemberontakan seorang Guy Fawkes membuktikan betapa dahulu Katolik dan Protestan tak mampu hidup berdampingan. Beberapa kali dinasti Inggris berganti kekuasaan. Kala diperintah Raja atau Ratu yang menganut paham Katolik, aturan anti Protestan dijalankan. Demikian pula sebaliknya.

Fawkes adalah seorang Katolik yang hidup di masa Ratu Elizabeth, Protestan garis keras. Kala itu, penganut Katolik hidup dalam tekanan. Isu pertentangan keyakinan merambah ke ranah politik. Kerajaan Spanyol yang beraliran Katolik berusaha mematahkan perlawanan orang-orang Belanda (Dutch) yang berusaha memerdekakan diri. Kebetulannya lagi, para Dutch ini mayoritas Protestan. Isu agama digunakan untuk mengobarkan semangat ‘jihad’ masing-masing kalangan. Hmmm, sounds familiar? .

Sejarah mungkin berulang. Mungkin.

Eropa yang kini bak tanah impian. Bahkan untuk pendatang muslim sekali pun . Di mana kesejahteraan, kenyamanan dan kemapanan adalah logonya, dulu pun Eropa hidup dalam kerapuhan. Looked like, they were doomed! Were.

***

Jadi, itu tergantung persepsi saja, ya . Masalah cara memandang saja. Di video “Penebar Inspirasi – Mata Najwa” ini, harapan bermekaran di hampir sepanjang acara . Benar kata Pak Jokowi, “…yang baik-baik itu sebenarnya jauh lebih banyak.”

Seperti pesan Pak Ganjar Pranowo, “Apa akan menjadi pembasmi virus yang buruk, atau sebaliknya, malah terjangkiti virus tersebut.”

kata Pak JK, ” … contoh yang baik dimulai dari pemimpin. Satu orang pakai batik, seribu bawahan berhenti pakai jas.”

Pak Anies Baswedan menekankan, ” … tak semata-mata karena banyak orang jahat. Tapi lebih banyak orang-orang baik yang diam dan membiarkan.”

Mata Najwa - Episode Penebar Inspirasi

Abraham Samad menutup, “Pemimpin itu harus jujur dan sederhana. Tidak terjebak dalam pragmatisme apalagi hedonisme.”

No, we’re not doomed. Not yet. Indonesia akan memilih.

“Without the dark, we’d never see the stars.” Pemilu 2014, jangan golput 🙂.

mata najwa cumaberita com

7 thoughts on “We are (NOT) Doomed!

  1. Setuju banget mba Jihan, jangan golput mari terus nyalakan harapan kalo suatu saat Indonesia bisa jadi negara maju ^^
    Amiiin. Salam hangat dari Depok,Jawa Barat.
    #firstcomment
    #biasaSilentreader

  2. setuju banget Mak Jihan, sebaiknya kita jangan golput….lebih baik kita memilih yang kita anggap dapat memimpin bangsa (meskipun entahlah dalam periode 5 tahun amanah atau tidak) daripada tidak memilih sama sekali….

  3. Salam kenal Mba 🙂
    Beberapa orang teman saya bilang, Indonesia pasti akan menjadi lebih baik, hanya butuh waktu dan orang-orang yang mau mengubahnya. Dan mereka yang punya keyakinan itu adalah bukan org Indonesia, mereka hanya datang berlibur dan ngeliat Indonesia sekilas lewat berita tp mereka punya keyakinan, kenapa kita sebagai anak bangsa gak punya keyakinan yang sama ya? Dimulai lah dengan tidak golput 😀
    Suka banget sama tulisan2 nya Mba 🙂

  4. Mata Najwa yang Penebar Inspirasi itu memang keren banget. Ternyata Indonesia masih punya banyak orang2 yang baik dan bisa menjadi pemimpin yang baik juga. Semoga 2014 membawa kebaikan juga bagi Indonesia ya, Mbak Jihan. Amin! 🙂

  5. Tidak bosan-bosannya saya melihat video bincang-bincang mereka di atas yang menanamkan sikap mental positif. Meski terkadang Mata Najwa juga menghadirkan figur-figur calon pemimpin yang gak banget (dari kalangan artis yang mendadak politikus) yang bikin orang pesimis.

    Untuk Indonesia yang lebih baik … Jangan Golput!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *