The Davincka Code, How Traveling Inspires You

Bulan pertama di tahun 2014 sudah terlewati lebih dari setengahnya. Menengok kembali ‘catatan akhir tahun’ 2011 dan 2012, I always wrote that my life was at its best hehehe. For both years 🙂.

2011 dan 2012 adalah masa-masa bermukim di Jeddah, Saudi. Catatan akhir tahun’ 2013, rasanya bernada-nada mirip. Walau sejak Maret 2013, kehidupan sudah berpindah daratan, lintas benua pula.

Dan kalau dirunut-runut lagi, mulai rajin mencatat dan serius mengurus blog sejak tinggal di Teheran tahun 2009 lalu. Benar juga berarti, sub judul yang diberikan editor kepada kumpulan tulisan-tulisan saya yang memang ditulis di rentang waktu 2011 – 2013, “How Traveling Inspires You.”

Jadi belajar juga. Bahwa enggak pilih-pilih tempat, ya, yang namanya petualangan menyenangkan itu. Mengingat dulu, kagok diajak ke Teheran dan sempat ‘mengamuk’ disuruh ikut ke Jeddah hahaha.

triple mama

Ternyata, it’s your choice. Kita sendiri yang memutuskan apa akan bahagia, apa akan bete, apa akan merasa berada di titik terendah kehidupan, atau sebaliknya…merasa hidup lebih hidup. It’s all yours 😉. We are able to find the love, even in a so-called hopeless place.

Tapi yang jelas sih, selalu pengin mudik dan jadi kangen sama tanah air, bahkan terhadap hal-hal yang dulu selalu dikeluhkan, eg : macet dan rempongnya hehe.

Tapinya lagi, petualangan tidak mesti selalu harus mengunjungi tempat-tempat baru di luar sana. Sekadar mengubah persepsi dan cara pandang kita terhadap banyak hal akan membawa dunia kita berputar kepada petualangan-petualangan baru. Membaca buku atau catatan-catatan orang lain juga bisa membuat kita berpikir kembali dan menata ulang persepsi kita 🙂. Ke arah yang lebih baik dan positif tentu saja.

***

Media sosial semacam facebook pun sempat mengundang sindiran tajam bagi penggunanya. Apalagi yang aktif banget di sana. Kesannya, hanya kesia-siaan yang didapatkan jika berlama-lama dalam pergaulan dunia maya :P.

Kecanggihan teknologi masa kini seperti layaknya sebilah mata pisau. Tentu marabahaya yang diundangnya jika kita membiarkan sebilah mata pisau ini berada di tangan seorang balita. Tapi di tangan seorang ibu yang sedang sibuk meracik menu di dapur, sebilah pisau ini mendatangkan manfaat yang tidak sedikit.

Saya percaya, mana ada sih hal-hal di dunia ini yang mengandung manfaat saja? Air putih yang sudah sangat nyata khasiatnya buat kesehatan kita, bila dikonsumsi sekaligus dalam jumlah banyak, apa tidak membuat perut kembung?

Buku “The Davincka Code” sebenarnya bukan tulisan-tulisan baru. Tapi kumpulan tulisan-tulisan ringan yang selalu saya rangkai dalam bentuk status-status ‘ular naga’ panjangnya bukan kepalang haha.

Nah, kumpulan tulisan tersebut yang dilirik oleh editor yang menghubungi saya via inbox FB dan email. Mau dibukukan katanya. Saya juga  bingung, sih. Kok segitunya ya mau dibukukan segala? Waktu editor minta 200 halaman, ya saya kaget. Pikir saya, mana mungkin ada segitu? Barulah saya sadar, itu status bisa panjang minta ampun ketika dicopas ke MS Word. Ada status yang panjangnya ternyata sekitar 1800 kata dan memenuhi 6-7 halaman A4. Hahahaha.

Jadi, menulis pun wadahnya banyak ternyata.  Termasuk jalan menerbitkan buku. Dari status-status ringan juga bisa menjadi buku :). Inilah The Davincka Code :

the davincka code FA 2

Sepakat. Dalam menebarkan kebaikan jangan kita yang ditelan zaman. Kita yang harus menaklukkan zaman. Media perantara tidak seharusnya  menjadi masalah.

Karena masyarakat masa kini sekarang wara wiri di media sosial, jangan heran para penulis pun mulai buka lapak di mana-mana. Tak pernah dibatasi, kok, cara kita menebarkan kebaikan kepada orang lain. Dari tontonan wayang, sehelai daun, lembaran kertas, papan-papan tulis, atau dinding-dinding Facebook sekali pun . Lihatlah bagaimana cerdiknya Para Sunan menebarkan Islam di bumi Nusantara kala Islam baru bersemi di tanah air :).

Kebaikan sering digambarkan dengan warna putih. Sementara sisi yang satunya ditandai dengan warna hitam. Adalah tugas kita untuk menyematkan warna yang mana yang kita inginkan untuk setiap hal yang kita temui dalam hidup ini. Hitam atau putih?

***

Kalau bikin status memang serasa bikin artikel, euy, sering dikasih judul gitu hihihi.

Telah terbit “The Davincka Code : How Traveling Inspires You”, 38 judul artikel yang terangkai di 298 halaman buku. Berupa kumpulan cerita-cerita yang memang kalau dirunut-runut cukup banyak mengambil hikmah dari kisah-kisah yang dialami kala bermukim di Tehran-Jeddah maupun Athlone kini :). Dapatkan di toko-toko buku terdekat di tanah air. Harga sebelum diskon, Rp42.000. Bisa juga dibeli di toko-toko buku online yang biasanya kena diskon minimal 10% lho ;).

Akhir kata, mari memilih bahagia, di mana pun kita berada!  Because indeed … happiness is not given, it is made 🙂.

Regards,

-Jihan Davincka-

cover FB duo buku

16 thoughts on “The Davincka Code, How Traveling Inspires You

  1. “Membaca buku atau catatan-catatan orang lain juga bisa membuat kita berpikir kembali dan menata ulang persepsi kita . Ke arah yang lebih baik dan positif tentu saja.”
    Setuju banget sama kalimat di atas…terus menulis mba Jihan…#2 jempol ke atas

  2. Mba Jihan, kemarin saya beli dua bukunya. Yang buku “The Davincka Code” gampang ditemuin (adanya di jejeran paling depan), yang “Memoar of Jeddah”nya tadinya udah hampir nyerah nemuinnya. Masalahnya di “search engine” gramedianya gak ditulis di rak mana, jadilah aye pusing ngubek-ngubek toko buku gramedia di daerah kota baru, Jogja. Tapi Alhamdulillah setelah setengah jam ngubek-ngubek dan saat terakhir mau bayar akhirnya ketemu juga (gak sengaja banget, hahaha) *ceritanya curhat

    Terima kasih ya mba atas tulisan-tulisannya, ngebuat saya jadi semangat menulis lagi untuk menggali pemaknaan hidup lebih dalam *tsaaaah

    Salam kenal dari perantau di Jogja 🙂

    • Bener, tuh ;). Mari berbagi semangat selalu. Thanks, ya, sudah beli buku-bukunya :D. Dua-duanya pula, terima kasih banyak. Semoga tidak mengecewakan. Kalau isinya ternyata malah gengges moga dimaafkan hehe.

  3. kau galak kan ya di FB, Jihan ahahahaa iya udah pengen baca nih, udah bisalah sekarang tak merasa bersalah liat textbook. Btw aku lagi baca the Help, pas lihat itu tertariknya karena ada kalimat the other side of Gone With the Wind yang favourit ane sepanjang masa, trus macam pernah inget inget eh iya kau pernah mention filmnya kan

  4. “How Travelling Inspires You” > aku sukaaa banget sama kata2 ini hihi, karena yang paling berharga dalam setiap perjalanan itu ya pengalaman dari perjalanan itu sendiri ya mbak 😀

    Btw semoga laris manis tanjung kimpul yaa mbak Jihan bukunyaa.. Amiiinn 🙂

  5. Assalamualaikuam….
    Mba Jihan salam kenal mba…
    Saya pengen banget bertemu…
    Dimana saya bisa bertemu langsung???
    hihihihi…
    Mengalahkan rasa saya ingin bertemu dengan artis Sharukhan…:-D

    • Mbak, kalau yang ini di penerbit Edelweiss hehehehe. Bukan Gramedia. Secara umum sama kok langkah-langkahnya :

      1. Selesaikan naskahnya
      2. Rapikan dan lengkapii dengan biodata diri, daftar pustaka (kalau ada) dan sinopsis. Kelengkapan ini tergantung syarat dari penerbit yang bisa dicek langsung di situs resmi mereka masing-masing.
      3. Kirim semuanya via email (ada juga yang mensyaratkan kirim hard copy)
      4. Udah deh. Tinggal tunggu kabar :). Batas waktu bisanya maksimal 3-6 bulan. Kalau enggak ada kabar, coba hubungi lagi. Atau langsung saja tarik naskah dan kirim ke penerbit lain.

      Selamat mencoba 🙂

  6. Assalamualaikum
    Mb jihan… Udah dibaca tuntas the davincka code… memoar of jeddah sama bunda of arabia blom ketemu nich…
    Kalo beli online dimana ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *