Di Tanganmu, Bukan di Hatimu :)

Wow. Super WOW. Cek di link yang ini. Ternyata ada, ya, orang seperti ini di dunia ini. Masih ada harapan kalau begitu 😀.

Seharusnya sih hal-hal seperti ini tidak perlu mengundang WOW dari seorang muslim. Ya karena sebagai muslim, tuntunan hidup bersahaja selalu dicontohkan rasulullah di sepanjang hidupnya . Cuma karena saking jarangnya ketemu yang model kayak begini, enggak ketemu kata lain selain W O W.

Prinsip dasar zuhud yang menjadi salah satu keutamaan dalam bermuamalah malah dicontohkan oleh kalangan non muslim hehehe. Piye iki? Merenung lagi ah. Ish, merenung melulu .

Konsep zuhud memang kerap mengundang perdebatan. Sekitar dua hari lalu, seorang teman memposting di wall-nya, “Zuhud hanya mungkin terjadi jika dunia sudah di tangan.”

Zuhud memang selalu dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat duniawi. Tak melulu soal harta, ada pula kedudukan dan anak-anak. Tapi biasanya, kedudukan makin tinggi, harta ngikutin. Apalagi pejabat di tanah air. Sudah pakemnya itu .

Saya sih setuju-setuju saja dengan teman saya. Apa yang hendak dijauhi kalau memang uangnya enggak ada? Hihihi. Kalau gaji kecil dan bergaya hidup sederhana kan agak nyaru, ya. Itu zuhud apa terpaksa? Hahaha.

Tapi, cobalah dirasa-rasa. Ketika dulu kehidupan kita serba pas-pasan dan kemudian diberi cobaan oleh Allah berupa harta yang banyak atau kedudukan yang tinggi, apakah gaya hidup kita tetap sama? .

Cobaan? Harta kok cobaan? Ya memang iya. Jangan dikira dikasih kelebihan materi itu sebagai berkah. Kalau diberi harta pas-pasan, kita dituntut sabar. Lah, diberi harta lebih pun kita dituntut sabar. Sabar untuk tidak mempertontonkannya pada orang lain. Semacam keren gitu kali ya kalau disangka orang kaya hehehe.

Sabar untuk tidak takluk pada gaya hidup mewah. Karena sejatinya, mau banyak atau sedikit, kita tidak boleh goncang . Tidak perlu ada yang berubah, kan? . Apa begitu gaji naik, lemari baju kudu ditambah? Merek mobil harus berubah? Tempat makan harus direvisi? .

Semuanya cuma titipan. Semudah itu diberikan oleh Allah, semudah itu pula bisa ditarik kapan saja Allah menginginkan. Jadi, tidak ada yang harus berubah, kan? .

Seperti Presiden Uruguay yang satu ini. Kedudukan tidak membuatnya merasa harus bermewah-mewah, hal yang sebenarnya sangat lazim untuk pemimpin negeri mana pun . Beliau malah memanfaatkan gajinya untuk membangun perumahan untuk kaum miskin.

Jangan dilihat agamanya . Enggak usah ribut dalilnya mana? . Sekali-sekali gunakan hati nurani . Itulah bedanya manusia dengan makhluk hidup lainnya. Punya kebebasan berpikir dan dikaruniai perasaan .

Dari beliau kita belajar, jangan sampai kita menyandarkan makna hidup pada dinding yang salah. Karena sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi banyak orang. Bukan merek baju atau tasnya ya, Kaka hehe.

Muslim pun tak menjadikan kita sebagai makhluk individualis dong, ya. Yang dikit-dikit yang dipikirin masuk surga atau neraka saja hehe. Ikhlas dong dalam beribadah .

Hati yang bersih, niat yang tulus, semangat menyenangkan orang lain dalam koridor kebaikan tentu saja tak akan sempat membuat keimanan kita terguncang, “Aduh, kalau begini kalau begitu aqidah rusak, gak, ya?” . Hehehe.

“Barang siapa yang berbuat baik, maka dia berbuat baik untuk dirinya sendiri. Barang siapa yang berbuat jahat, maka kejahatan tersebut akan berbalik ke dirinya sendiri.”

Jadi, enggak usah dihitung untung ruginya. Itulah rahasianya hidup bahagia. Kita hanya akan bahagia dengan membahagiakan orang lain. Membahagiakan Tuhan? Ish, jangan asal bicara. Seluruh dunia mau berbuat jahat juga tidak akan sedikit pun mencederai Allah Yang Mahasempurna . Jadi, tempatkanlah ibadah sesuai porsinya.

Dalilnya apa? Nah lo! Hahaha.

Seuntai kalimat ini memang kelihatannya sederhana, tapi resapi maknanya baik-baik.

“Letakkanlah dunia di tanganmu, bukan di hatimu”  :). Segala sesuatu yang kita letakkan dalam tangan dengan mudah kita kendalikan. Kebalikannya bila kita menaruhnya rapi-rapi dalam hati. Niscaya kita yang akan dikendalikannya.

Jadi, ingat ya . Di tangan…bukan di hati. Kalau aku? Ya pasti dalam hatimu dong, Beib. Hahaha.

Btw, ‘miskin-miskin’ begini presidennnya, Uruguay nampaknya masuk dalam 32 besar tim yang akan berlaga dalam Final Piala Dunia tahun ini. Sebelumnya, Uruguay telah 2x memenangkan Piala Dunia di tahun 1930 dan 1950. Mana tahu tahun ini bisa mengangkat trofi untuk ke-3 kalinya. You go, Uruguay . Walau, tahun ini, sih, saya berharapnya pada Inggris hihihihi –> contoh ‘tetangga’ yang baik 😛.

Presiden Uruguay : Jose Mujica

Presiden Uruguay : Jose Mujica

16 thoughts on “Di Tanganmu, Bukan di Hatimu :)

  1. Curaaangg, curaaanggg! Status yang di FB ternyata emang dishare dimarih juga ya, kakaaakkk…! Aku kan jadi pengen komen lagiiii.. 😆
    aku kok jadi kebayangnya SBY pake sendal jepit model begini, ya?
    yang nanggepin positif pasti banyak, tapi yang negatif pun… lebih banyak. Yakin, deh.
    Kadang heran sama masyarakat kita. Selalu adaaaa aja yg bisa liat sisi negatif. Kagak cukup apa ya, liat sisi baiknya aja?
    Btw, beneran nanya: zuhud itu apaan, neng poni? Rasanya udah pernah tahu, tapi kok ya lupaaaa… *getok kepala*

    • Hahahahahhaa, lah emang iya. Soalnya dulu-dulu pemirsanya beda :P. Sekarang, sudah bnykk yang add juga di FB :D. Lagian kalau di blog gampang nyarinya. Di Status kalau sudah tengelam repot euy cari-carinya. Tapi anehnya, gue lebih gampang nulis di kolom status FB daripada di blog hahaha. Sugesti kali ya :P.

      Baiklah, masuk ke materi *benerinPoni* dulu hihihi. Zuhud itu kalau tidak salah artinya “menjauhi dunia.” Tapi enggak lantas berarti ogah-ogahan hidup di dunia. Lebih ke arah kita enggak boleh terlena akan dunia. Sekian intinya :P.

  2. like this! bingung ya kenapa justru mereka yang non muslim yang lebih mempraktekkan gaya hidup rasulullah dan para sahabat. sedangkan pemimpin kita, dan kita sendiri yang mengaku pengikut beliau justru meninggalkan apa yang rasul kerjakan

  3. Wah tulisan mbak Jihan, tentang Presiden Uruguay baru terbaca oleh aku dan aku sepakat memang WOWWW… haree genee ada model seperti beliau, WOOOWWW banget deh. Thanks mbak, satu slogan lagi yang bisa aku pakai dalam kehidupan letakan di tanganmu bukan di hatimu. Thanks sist..

  4. Setuju mba.. intinya sih, pola hidup jangan terlalu berlebih. Alhamdulillah klu memang dikasih rezeki lebih oleh Allah, ya dibagi-bagi keberkahannya dgn yg lain. Klu dikasih sedikit petanda harus ikhtiar lebih kreatif lagi, jangan pasrah.

  5. hehe. gaya hidup boleh oke, tapi lihat juga dong, dia membolehkan perkawinan sejenis.. hehe. mulia? hehe. mbak poni, harusnya kalau mau nyari perbandingan yang akhlaknya keagamaannya juga okeh dong, masih banyak kan pemimpin muslim yang dermawan dan taat juga *Just saran. ngeri banget kalau pemimpin indonesia mendadak dermawan tapi disatu sisi perkawinan sejenis juga di bolehkan. *mau mengulang tragedi nabi luth* :p

    “Muslim pun tak menjadikan kita sebagai makhluk individualis dong, ya. Yang dikit-dikit yang dipikirin masuk surga atau neraka saja hehe. Ikhlas dong dalam beribadah” ini maksudnya apa yaa? orang ikhlas emang gak boleh ngarep syurga atau takut neraka?. hehe. hebat banget muslim yang nggak takut nerakaaa. jempol.

    • Waduh, komennya enggak nyambung. Saya bilang kita jangan menjadi makhluk individualis dibilangnya malah tidak takut neraka hehehe. Bingung mau jawabnya apa :).

  6. geli jg bc komen rahma, kritis overdosis, ga ada paragraf yg ajak ga takut neraka malah dsimpulkan picik gitu, dah semulia apa ya doi? paling2 type,…aah ga dech!

  7. Ish!!…..suka gregetan denger org ngomong,non muslim pasti d neraka! Suruh tu muslim2 deketan ma sodara2 kita yg lepra kyk bunda theresa,mau ga????Truuuuusssss….muslim tp g pernah bantu sesama di sorga,gituuuu?????? Bulshit!!! Kesannya, Tuhan ko’ g adil bgt gitu…(Nauzubillah,jauh2 dr fikiran bgtu!). Jdi inget,kata ustadku,klo berdoa,jgn minta keadilan Tuhan,mintalah rahmat Tuhan….klo minta keadilan,matilah kita nyemplung k neraka…. Btw,keren bgt ni tulisan….bikin melek! 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *