“What barrier is there that love cannot break?”

***

Hayooo…itu quote dari siapa? .

Kalau penggemar tokoh Gandhi pasti langsung mesem-mesem. Benar sekali. Pepatah tersebut bersama segambreng quote lainnya adalah salah satu warisan terindah dari seorang tokoh pergerakan Negeri Seribu Dewa yang punya pengaruh tidak sedikit pada dunia, Mahatma Gandhi .

Gandhi_smiling_R

Saya, kalau menulis, paling hobi pasang-pasang quote (Gandhi selalu menjadi pilihan utama setelah mentok mencari tafsir dari alquran hehehe, saya takut bawa-bawa ayat nanti tafsirnya salah diserang lagi dengan dibilang sekuler :P).

Kenapa gitu harus ada quotenya? Ya biar kesannya keren dan bijaksana doooongggg hahahahaha. Padahal mah …. hihihihi *nyengir100Centi* .

Dilahirkan di Porbandar-India, nama aslinya adalah Mohandas Karamchand Gandhi. Beliau menamatkan sekolah hukum di London. Menghabiskan 20 tahun setelahnya di Afrika Selatan, berjuang melawan ketidakadilan hukum kepada bangsa India yang tengah terjajah oleh Inggris.

Setelah kembali ke India, Gandhi aktif dengan gerakan Satyagraha, mengajak masyarakat untuk melakukan gerakan melawan tanpa kekerasan .

Tidak hanya pandai mengumbar kata, Gandhi melaksanakan sendiri semua pedoman hidup yang digembar-gemborkannya . Seperti petuahnya sendiri, “Be the change you wish to see in the world” .

Kesederhanaan dalam hidup hingga akhir hayatnya (not mention beliau vegetarian sebagai bukti cintanya kepada makhluk hidup lainnya :D) dan perlakuan beradab kepada siapa pun tanpa memandang agama. Serta menolak kekerasan dalam bentuk apa pun dalam melakukan perlawanan.

Tidak berarti Gandhi sekuler nan liberal lhooooo . Hingga akhir hayatnya, beliau adalah penganut Hindu yang taat 

Kisah kematiannya adalah pesan yang sangat penting sekaligus memilukan . Baru-baru ini saya kembali membaca rentetan kejadian yang terjadi di India menjelang kemerdekaannya di tahun 1947 silam. Melalui buku biografi Pamela Mountbatten, “Daughter of Empire.”

Ada satu chapter khusus ketika Pamela mengikuti kedua orang tuanya, Louis dan Edwina, yang ditugaskan sebagai Viceroy of India. Orang tua Pamela datang ke India untuk membantu dan merumuskan langkah-langkah sekaligus berdiskusi dengan tokoh-tokoh India mengenai pemindahan kekuasaan dari Inggris kepada bangsa India.

Ternyata, pertentangan antara umat Hindu dan umat Muslim tak terhindarkan. Karena itulah, mau tak mau, berdirilah negara Pakistan. Menjelang kemerdekaan, bakar membakar, saling membunuh, saling menyerang, terjadi antar kaum Hindu-Islam dan Syikh . Tidak tahu siapa yang mulai.

Pamela Mountbatten, yang menuliskan sendiri biografinya, bercerita betapa perbedaan bisa begitu ‘kejam’ sesaat setelah mengunjungi korban kekerasan dari pihak Hindu-Islam-Syikh. Semuanya terluka, seluruhnya menangis .

Setelah kemerdekaan pun, setelah Pakistan berdiri, sebagai cerminan muslim kaum India, masyarakat muslim yang tetap memilih berada di India mengalami masa-masa sulit. Termasuk di daerah Bengal.

Gandhi turun tangan langsung untuk melerai pertikaian antara Hindu dan Islam di Bengal tadi. Peristiwa yang akhirnya menyeretnya kepada kematian.

Siapa pembunuh Gandhi? Seorang muslim kah? Bukan . Adalah seorang penganut Hindu fanatik, Nathuram Godse, yang melakukan pembunuhan terhadap Gandhi. Gandhi dibunuh karena dianggap telah berpihak dan terlalu melindungi umat muslim .

Sejarah yang sama kembali berulang di tahun 1981. Di bulan Oktober tahun itu, Presiden Anwar Sadat ditembak mati oleh seorang pemuda muslim garis keras. Anwar Sadat, tokoh muslim asal Mesir, dianggap telah mengkhianati kaum muslim karena berperan aktif dalam Perjanjian Camp David dengan pihak Israel.

***

Sempat saya pernah iseng membaca forum underground yang berjudul sangat provokatif, “Agama mana pun selalu menyuruh umatnya untuk membunuh agama lain atas nama Tuhan.”

Bohong besar!

Tertulis dalam kitab Taurat umat Yahudi (yang juga muncul di scene penghabisan film “Schindler’s List” … “Whoever saves one life saves the world entire.”

Kalimat yang sama muncul dalam surah Al Maidah :

مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا ۚ وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنَاتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ بَعْدَ ذَٰلِكَ فِي الْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ

“Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena sebab-sebab yang mewajibkan hukum Qishash, atau bukan karena kerusuhan di muka bumi, maka seakan-akan ia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara keselamatan seorang manusia, maka seolah-olah ia telah memelihara keselamatan manusia seluruhnya.” (al Maidah : 32)

Jadi, orang melakukan kekerasan atas nama agama, saya rasa telah memberi pesan salah kepada kaum yang kini aktif menyerang agama . Jangan nyinyir-in agamanya kali, tapi orangnya .

***

Perlawanan yang unik ala Gandhi yang membuat namanya harum hingga kini dan mewariskan semangat CINTA sebagai kekuatan paling tinggi untuk melawan apa pun. Sesuatu yang hanya indah didengar namun tak mudah dijalankan .

Konon, dalam cinta ada ketulusan, penghormatan, pengabdian, pengorbanan sekaligus…rasa percaya diri. Yes, you have to be confident with your self first . Bagaimana bisa mencintai orang lain tanpa meyakini kebenaran dalam diri sendiri. Jadi, kalau mengaku beragama tapi sewot sama kepercayaan orang lain, itu artinya enggak pede hehehe.

Rasulullah sendiri mengajarkan prinsip COMPASSION. Jangan melakukan hal-hal yang kita tidak ingin orang lain lakukan terhadap kita. Love them if you want to be loved . Mencintai umat lain apa harus mengakui kebenaran yang mereka anut? Itu bukan cinta kali, itu mah takluk hihihi.

Cinta tidak berarti harus sepakat. Dakwah paling sukses ya dakwah cara Rasulullah. Dengan cinta dan kasih sayang dan tanpa dendam. Giliran poligami dan gaya hidup mewah aje, sibuk eyel-eyelan bawa-bawa Rasulullah . Ajaran Islam kan tidak hanya poligami ya Kakaaaaaa . Dan tidak pula berarti saya menentang poligami. No, poligami is halal, whether I like or not .

***

Gandhi menunjukkan, kekuatan tak melulu datang dari suara-suara lantang yang menjadi ciri khas Hitler kala tengah mempublikasikan NAZI kepada bangsanya. Kekuatan bisa datang dari kelembutan.

Pesan Gandhi, “In a gentle way, you can shake the world.”

Lagipula … kembali kepada judul tulisan ini, apa sih yang tidak bisa ditaklukkan oleh CINTA? *tsaaaahhhh*. Tapi apa benar bila konon kini cinta bisa tergadai oleh uang? What do you think? 🙂

Gambar: thedailyneuron.com

Gambar: thedailyneuron.com

***

11 thoughts on ““What barrier is there that love cannot break?”

  1. membaca tentang Gandhi dan nonton filmnya tidak pernah bosan, selalu ingin mengulang,,

    mengenai pertanyaan terakhir, dengan berat hati saya menjawab, sepertinya begitu! 😀

  2. aihhhh, ini pas bener aku juga mau posting soal toleransi, keduluan dong sama blogger pujaan..
    *mendadak minder*
    *galau jadi nulis apa nggak*
    *hayah* 😆
    Mbak, kalo di jaman edun ini, rasa2nya kok aku rada percaya ya, kalo cinta bisa ditawar-tawar pake duit..? entah rupiah, dinar, real (dinar sama real bedanya apa sih, kakaaaakk?), apalagi kalo duitnya dollar dan euro.. :mrgreen:

    • Yang bisa ditawar itu berarti bukan cinta (katanya). Sebatas nafsu doang itu mah … katanya lho yaaaaaa *benerinPoni* dulu aaahhhh 😀 😀 😀

  3. Ih sukak deh sama kalimat Gandhi di atas. Sayang ya skrg kata-kata love udah diabused , dikit dikit love padahal actionnya banyakan lust-nya daripada love-nya.
    Errr… menurutkuuuh siih kalau mencintainya pakai kekuatan sendiri sih, jelas ada kemungkinan tergadai uang *tambahin lensa item di kacamata buat nutupin mata duitan*. Kedoknya gampang kok, pake aja kata-kata realistis kan ya neng poni ihihi *bacain gaji orang di bukti potong pph*. Tapi kalau mencintai pakai ‘bantuan’ cinta sang Pencipta, (seharusnya) nggak akan ada yang tergadai karena uang atau karena apapun deh ya. *nanya yg ada hubungannya dengan uang di m

  4. Ketika baca Rahasia Meede, aku mengenai 7 Dosa sosial yang dikemukakan oleh Gandhi. ‘Ruh’ Gandhi bener-bener terasa di novel sejarah-misteri itu. Izin copas dari wikipedia ya mbak 🙂

    Ini dia 7 dosa sosial menurut Gandhi.
    Wealth without work.
    Pleasure without conscience.
    Knowledge without character.
    Commerce without morality.
    Science without humanity.
    Worship without sacrifice.
    Politics without principle.

    • Bener banget itu. APalagi wealth tanpa work. Hadeeuuhh, jangan mau diboongin sama yang selalu berkoar-koar soal, “Biarkan uang bekerja untuk Anda…” hihihihi *ups*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *