Happiness, Experiences, Lessons, Memories …

Artikel ini mengingatkan saya kalau tempo hari pernah menulis di wall FB tentang ‘kurang nyaman’nya hidup bersosialisasi dengan ‘orang pribumi’ ketika tengah bermukim di Jeddah. Malah dituduh mau menjelek-jelekkan orang yang beriman. Laaaahhhh -_-.

Lagipula memang benar, lho, orang-orang Saudi itu semacam di’wajib’kan sekolah tahfidz sejak kecil. Entah mengapa, begitu dewasa, bisa ‘melenceng’ begitu kelakuan sehari-harinya ya :(. Apalagi kepada pendatang, terlebih yang dari Asia (lebih-lebih lagi kalau dari Indonesia :P).

Nabil & Best Friends @Saudi :)

Nabil & Best Friends @Saudi πŸ™‚

Sayangnya, ‘kelakuan’ begini suka disangkut-pautkan dengan Islam secara keseluruhan huhuhu :(. Timur Tengah dianggap kiblatnya kaum muslim :(. Dari hidup di Arab Saudi jadi belajar mengenai betapa akhlakul kharimah adalah bagian tak terpisahkan dari dakwah kita sebagai kaum muslim, ya :). Lindungi dan beri kami petunjuk selalu ya, Allah :).

Sedikit kaget memang awalnya. Masa iya, di kota yang jaraknya hanya sekitar sejam dari Rumah Tuhan, bisa membuat para pendatang (setidaknya saya) malah merana? Tak habis pikir.

Syukurlah, saya terbilang yang sukses melewati fase-fase mem’bete’kan ini. Bisa disebut sebagai salah satu yang paling betah dan ikhlas deh semasa tinggal di Jeddah hehehe. Eh, malah yang model kayak saya diberi kesempatan untuk hengkang terlebih dahulu dari sana :). Buah dari keikhlasan dan kesabaran kali ya hehehe *geerLu* :P.

Al Hijr / Madain Saleh, Desember 2012

Al Hijr / Madain Saleh, Desember 2012

Saya sih daripada tenggelam dalam rasa jengkel, mending kita jalan-jalan yak mumpung bensin murah hahahahaha. Hati senang, dapat duit pula kalau ditulis ke majalah/koran hihihihi :P.

Penulis artikel ini termasuk ‘berani’ untuk mengakui arogansi rakyat asli sana. Tapi sebenarnya saat baru tiba di Athlone dan berkenalan dengan seorang ibu-ibu asli Saudi, Fatima, saya sempat berdiskusi soal ini kepadanya. Tadinya saya segan mau mengungkit masalah ini di depan dia. Eh, ternyata dia yang lebih bernafsu mengkritik orang-orang di negerinya. You’re the best Fatima :).

My Farewell, January 2013, Corniche Playground :)

My Farewell, January 2013, Corniche Playground πŸ™‚

Jadi, orang-orang yang paham soal ini sebenarnya tidak sedikit kali, ya. Terlebih bagi mereka yang pernah bermukim di luar KSA. Seperti si Fatima ini, yang pernah sekitar 4 tahun tinggal di Athlone, Irlandia. Dia seperti tersadar kali betapa ‘gengges’nya orang-orang di negerinya hehehe.

Fatima sendiri sudah balik ke Arab Saudi sejak beberapa bulan yang lalu :(.

Tidak semuanya, kok. Alhamdulillah, semasa di Saudi, pengalaman ‘sakit hati’ saya jauuuhhh lebih sedikit daripada teman-teman lain yang kayaknya sudah dendam kesumat banget sama orang-orang Arab Saudi hahahaha.

BBQ-nite @Jeddah, October 2011

BBQ-nite @Jeddah, October 2011

By the way …

Never blamed anyone you meet in your life :).
Good people give you happiness.
Bad people give you experience.
Worst people give you lesson.
Best people give you memories.

Saya tertegun membaca kalimat-kalimat di atas di dalam Nursery Room di St Stephen’s Shopping Center waktu jalan-jalan ke Dublin kemarin. Ternyata, setiap orang dan kejadian yang dilakukannya dalam hidup kita selalu bermakna penting. Tidak melulu soal dendam dan sakit hati :).

"Bunda of Arabia" (The almost-complete Gank :P) , April 2012

“Bunda of Arabia” (The almost-complete Gank :P) , April 2012

Segala happiness-experience-lesson-dan memories tentang Kota Jeddah telah saya ikat kenangannya kuat-kuat dalam rangkaian tulisan dalam buku “Memoar of Jeddah : How Can I Not Love Jeddah?”

Telah terbit sejak september kemarin dan bisa didapatkan di toko-toko buku Gramedia terdekat :). Harganya cuma 29.800 rupiah saja (170 an halaman).

Beli, dong! Hihihihi πŸ˜€ … *gubrak* :P.

Lebih lanjut tentang “Memoar of Jeddah” bisa dilihat di sini bagian ‘drama’nya hihihihi. Sedangkan isi bukunya saya paparkan di postingan yang ini :).

Pokoknya, beli-beli-beli! Dah, gitu doang :P.

Cover final Memoar of Jeddah

***

15 thoughts on “Happiness, Experiences, Lessons, Memories …

  1. Udah beli, udah beli, udah beli…! πŸ˜€
    Mbak, aku juga baru sekarang2 loh, denger katanya orang arab sana malah lebih tidak islami tindak tanduknya dibanding muslim dari luar arab. Eh, emang separah apaan, sih?

    • Kalau dalam kehidupan bersosial secara umum, iya banget ;). Misalnya nih, budaya antre-nya yang pas-pasan. Kalau di jalan raya, mannernya parah banget deh -_-

  2. Wah sy wajib beli ni bukunya mbak. πŸ™‚ Sy termasuk orang yg selalu tertarik dgn kehidupan orang2 di Arab sana. Mengingat sy juga pernah baca sebuah buku — The Girls Of Riyadh. Buku itu menceritakan soal sisi lain kehidupan masyarakat di sana (terutama remaja2nya) yg diungkap lewat sebuah email 5 orang sahabat yg saling curhat. Ternyata, tidak sereligius yg saya bayangkan selama ini. Beda sekali. Meskipun (benar) tidak semua.

  3. Hai, mbak Jihan. Saya yg tempo hari prnh ngetwit lagi ngubek2 blog-nya mbak hihihihi *sok iye pengen diinget*
    Mbak, saya kok ga nemu bukumu di gramed MKG. Pengen beli. Ntar saya coba di tokbuk online ah.
    Dah, gitu doang πŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *