Yang Gugur … Akan Selalu Kembali Bersemi

Di hampir semua daratan Eropa, musim gugur tengah merekah. Daun-daun mulai terhempas ke tanah, angin kencang melanda hampir tiap hari, udara dingin mulai menyapa. Bbrrrr….

Tak Peduli Musim Apa, Kehidupan seorang emak ya gitu-gitu aja hihihi

Memangnya kenapa kalau musim gugur? Enggak ngaruh!

Iya, kan? Mau musim hujan, musim kemarau, musim gugur, musim kawin sampai musim duren, seorang ibu tetaplah seorang ibu :D. Yang tiap hari harus sibuk mengurusi ranah domestik kasur-sumur-dapur plus kehidupan sosial di luar rumah.

Saya ingat cerita seorang teman, sesama emak-emak yang juga gemar mencari peruntungan dari hobi menulis. Dalam blognya dia bercerita ingin  menghadiri suatu event yang kebetulan juga mengadakan lomba live tweet.

Beneran, lho. Si emak ini nekat menggotong notebooknya ke acara. Dia kurang nyaman kalau harus mengetik dengan frekuensi tinggi dan cepat jika hanya menggunakan ponsel. Sama seperti saya, dia juga tak bisa jauh-jauh dari notebook dalam urusan menulis. Sekadar update status di media sosial pun, ponsel tetap dibebastugaskan.

Sudah terbayang repotnya itu menenteng tas gede ke mana-mana. Kalau saya, mungkin sudah ogah duluan. Enggak apa-apa, deh, kalau disangka lebay soal penampilan. Ya, namanya juga perempuan.

Saya punya satu tas favorit. Ukurannya lumayan besar. Sayangnya, tak bisa digunakan untuk  benda-benda berat seperti notebook yang saya pakai sekarang. Walau tak modis-modis amat, soal tas selalu menjadi perhatian tersendiri :).

Penampilan tak bisa dipandang enteng. Mood saya juga kadang tergantung outfit, euy :P. Bagi perempuan, tak ada kata mati gaya ;). Saya pribadi menganggapnya lumrah. Asal dalam batas kewajaran. Ingat, modis tak selalu berarti mahal.

Di Rumah? Tak Kalah  Hebohnya

Jangan salah, seharian di rumah juga ada saja yang harus dilakukan. Selain aktivitas rutin di ranah domestik, anak-anak kadang ingin terus ditemani. Harus pintar-pintar mengakali agar mereka tidak rusuh saat saya tengah dikejar deadline dalam urusan tulis menulis.

Seringnya, kedua anak saya ditemani bermain sebentar dulu. Tak lama, dilepas bermain berdua juga tidak masalah.

Tapiiiii…sering juga, begitu melihat saya duduk depan mengetik depan notebook, langsung cari perhatian. Kalau dibiarkan duduk bareng depan meja, bisa keenakan mereka pakai notebook.

Jadi, saya ajak notebook-an di atas sofa.

Pegel -_-. Notebook tebal dan berat

Pegel -_-. Notebook tebal dan berat

Kalau di atas sofa, nanti pelan-pelan diarahkan untuk bermain yang lain dan mandiri. Kadang lumayan lama, kruntelan sama-sama di atas sofa. Kalau saya sukses mengalihkan perhatiannya ke hal lain, saya bisa curi-curi kesempatan menyelesaikan tulisan.

Notebook saya taruh di atas paha. Hadeuh, beraaat -_-. Pegal kalau lama-lama. Kalau sudah pegal, kembali notebook ditaruh di lantai. Nah, sama seperti kalau ditaruh di atas meja, kalau di lantai, anak-anak suka keenakan. Bisa gagal ini acara mengejar deadline. Deadlinenya sih tidak berarti urusan per-duit-an semata.

Kadang, menulis ringan saja bisa jadi deadline buat saya hahahaha :p. Si Lebay satu nih *toyorKepalaSendiri*.

bertiga final

They Don’t Always Happen When You Ask 🙂

Sudah kurang aktif apa kita sepanjang hari. Kesempatan pun telah kita terabas. Peralatan tempur sudah paling kece. Luar rumah, dalam rumah, hajar bleh!

Namun, kadang…hari sudah hampir usai. Usaha kita seolah tak terbayar.

Entah tulisan gagal diselesaikan. Yaeyalah, facebook-an melulu, kali. Hahaha. Entah anak-anak lagi susah disuapi, jadi makin susah mau menyelesaikan tulisan yang kepepet untuk lomba blog yang deadlinenya sudah mepet.

Iya, dengan semua usaha keras yang telah dikerahkan, rencana tak selalu terpenuhi. Tapi apa iya, semua keinginan harus terkabul?

Sekalian saja minta sepanjang tahun adalah musim semi kalau begitu :D. Tapi, ingat. Cantiknya musim semi tak akan terasa tanpa meranggasnya daun-daun di musim gugur. Hangatnya mentari musim panas tak akan ditunggu-tunggu bila tak ada salju yang membuat kita menggigil di sepanjang musim dingin.

Bila hari telah di ujung malam, taruh rapi-rapinotebook di atas meja kembali. Tutup notebooknya. Saatnya istirahat. Bukan berarti kita menyerah dan keberanian sudah menguap.

Courage doesn’t always roar. Sometimes courage is the quiet voice at the end of the day, saying, “I will try again tomorrow.” -MA Radmacher-

Kita sudah melakukan yang terbaik hari ini.

Istirahatlah. Masih ada hari esok ;).

Seperti hujan yang pasti akan berhenti, badai yang akan berlalu, daun-daun yang gugur pun akan kembali tumbuh di musim semi nanti :). Begitulah kehidupan sehari-hari akan terus berputar. Jangan terlampau terpengaruh saat cobaan yang menghampiri. Katanya sih, “Every cloud has a silver lining.” Setelah kesedihan akan ada kebahagiaan.

Lagipula, apa serunya jika semua yang kita mau langsung terwujud?

Bersyukurlah karena kita tidak memiliki semua yang kita inginkan, karena jika iya, apalagi yang hendak kita cari? -dailynomous-

***

51 thoughts on “Yang Gugur … Akan Selalu Kembali Bersemi

  1. bisaaaaaa, ajaaaa….!
    Ini kapan sih mbak, pengumumannya..? Saingannya banyak, yes? Semoga menaaanggg!
    Dan aku ngebayangin, si juru potret yang MAU-MAU-nya motoin em(b)ak2 di depan pintu itu… 😆 *pasti karena cinta, apalagi?* 😀

    • Peserta kalau gak salah 120 an orang :D. Kemungkinan menang mah tipis setipis notebooknya tapi kan yang penting usaha optimal ;). Btw, fotografernya justru bete, hahahaha. Katanya, “Udah tua kok masih mau pasang foto-foto sendiri.” Suamiku senangnya foto landscape :P.

  2. Ampuuuuunnn, mak Jihan, dirimu ini komplet banget loh mak. Udah kiyut, smart, puitis, filosofis pulak! Hihihi… Good luck ya mak. Btw, aku pernah baca di mamasejagat kalo salah satu kontributornya Masyita Crystalin, anak FE UI yg lagi ambil doktoral di Amrik atau Inggris gitu ya. cmiiw. Kenal ya mak? Salam-salamin buat doi ya. Dari Nurul, temen di ITS, teknik informatika. Dulu Masyita sempat ambil teknik elektro ITS Sby.

    • Iya, Masyita temanku di UI :D. Beda fakultas tapi kita satu tempat kos. Dia akrabnya dengan adekku yang seumuran dia hehe. Sekarang Sita di Amerika Serikat. Memang pinter banget tu bocah dari dulu 😀

  3. kereen mak tulisannya, jadi inget jaman2 SMA, kalo ditanya moto hidup ya pake yg judulnya daun yg telah gugur bla bla bla…hehe

    • Hihihihihi, iyyyaaaa, daun-daun gugur kalau di gambar mah keren pisan. Begitu ngerasain sendiri, alamaaaakkk, enakan nonton apa liat gambarnya aja emang :P. Dingiiiiiinnnnn :D.

  4. baiklah I will blame the hormone karena aku mau mewek baca kalimat “Namun, kadang…hari sudah hampir usai. Usaha kita seolah tak terbayar,” I felt that yesterday dan barusan sang dosen nyuruh PERBAIKAN LAGI padahal kmrn berasa gak sukses jg jadi emak-emak nemenin anaknya kok gak ada yang berhasiiillll..
    And then again, I looooove caramu mengutip, semoga menang ya neng cantik. Sebenernya tulisanmu udah menanglah, bisa menginspire banyak orang. Bisa bikin aku senang. *cium* Ganbatte, buat yang minggu depannya.

    • Santaiiiii :D. Daripada disuruh ganti judul mending revisi gak sih? hehehe. Tetap semangat Madam Sondang ^_^ *menariNariCheerleaderDariJauh*

    • Dari tahun 2008, Mbak. Aku kan makenya ya cuma office basic sama internetan doang hehe. Awet nih, belum pernah sampe service. Tapi yg pertama dulu rusak karena chargernya kebakar, efek sampai ke notebook. Huhu. Barusan kuganti nih akhir 2012 kemarin. Yg kupake sekarang belum setahun umurnya. Pakai Acer alasan utamanya karena MURAH kok hihihi. Toh dipakai buat yg standar-standar aja. Sesekali main game. Main Montezuma hahaha.

    • Masa Mbak? Warnanya sama? :P. Yang gue ingat, si Mbak Ani punya warna merah, Mbak Andini warna coklat tua. Tas sejuta umat :P, sayang kagak bisa buat bawa benda-benda berat 😀

    • Inginnya sih begitu. Akhir-akhir ini hokinya kurang nih hehehe. Kalah melulu :P. Btw, pesertanya ada 120 an, jadi yaaaa…kesempatannya 1 banding 120 :P. Thanks udah mampir, Mbak 😀

  5. pegel tapi wajahnya sumringah ya mak…kelihatnnya menikmati ke’pegel’annya ya mak…tp seru sekali melihat aksi emak ama si kecil. Good luck mak, salam kenal…ditunggu kunjungannya ya mak…oh iya sudah saya like n follow ya blognya, ditunggu folbacknya 🙂

    • Kalau yang sulung emang rada-rada. Kalau yang kecil sih enggak banget kok hehe. Thanks for mampir, Mak. Tunggu kunjungan balikku 😉

  6. “Cantiknya musim semi tak akan terasa tanpa meranggasnya daun-daun di musim gugur. Hangatnya mentari musim panas tak akan ditunggu-tunggu bila tak ada salju yang membuat kita menggigil di sepanjang musim dingin.” -> ihik, bagus banget ini dah

    tipisnya notebook Acer E1-432 juga tak akan terasa kalau gak dapet gratisannya ya mak XP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *