Take Care of Your Memories

Nyengir lebar-lebar dah sikat gigi beloooooom? hehehe

Ini postingan dari Mamasejagat  versi jalan-jalan Arab Saudi dicomot satu dulu buat ngisi blog dimari hihihihi. Tapi diedit dikit biar kesannya kreatif :D.

Waktu di Jeddah paling sering ke pantai. Julukannya saja “Pengantin Laut Merah”, makanya di tiap pengkolan ada pantai.

Pantai Obhur ini adalah pantai yang pertama kali saya datangi sejak menginjakkan kaki di Jeddah. Jaraknya dekat. Enggak sampai setengah jam perjalanan dari Jeddah. Letaknya sendiri di kota Obhur. Obhur ini semacam kota satelitnya Jeddah, macam Depok untuk Jakarta lah. 

Tempat kongkow-kongkow nya enggak seluas Pantai Thuwal. Yang pantai Thuwal ada sih dalam buku “Memoar of Jeddah.” Jadi, buruan ke Gramedia dan  beli bukunya, yak hahaha *teuteuuppp*. Fasilitasnya pun nyaris tidak ada. Kita mesti modal tikar sendiri buat duduk-duduk plus ada semacam penyewaan payung sekitar 10 sar per jam. Tiker/karpet juga banyak yg jual. Saya pernah beli, harganya 30 sr. Berkorban sedikit lah demi suksesnya jalan-jalan Arab Saudi di Obhur :D.

Tidak ada kamar mandi. Makanya pas datang ke Obhur pas saya lagi hamil, bete beratttt, nahan pipis booo, huhuhu.

Nah, di foto-foto ini adalah acara ke Obhur berdua Mbak Ani, sahabat saya di Jeddah :). Eh, sekarang juga masih dong ah :P. Sekitar bulan Juli tahun 2011. Narda baru berumur 3 bulan tuh :P. 

Ya, palingan kalau ke Obhur, anak-anak saja yang sibuk main pasir. Biasanya pada berenang, tapi pas bulan juli itu enggak kita bolehin, Soalnya memang enggak mau lama-lama. Kalo yang cowok-cowok sih enak. Pria dewasa pun bajunya bebas. Yang telanjang dada pakai celana pendek banyak benerrr…. Sementara yang perempuan dewasanya tetep harus berselimutkan abaya hehehe :D.

Anak-anak pada maen di pinggiran aja… si Abil banci kamera juga kaya emaknya 😛

Bapak-bapak yang kita bawa alias para suami masing-masing enggak sampai nekat buka baju sih :P. Tapi beneran malah suami yang seru banget ngobrolnya, Saya dan Mbak Ani berkali-kali ngajak pulang malah dicuekin. Ngobrolin apaan sih? Ngobrolin gimana caranya minta naik gaji kah? :D.

Ibu-ibu paling mengobrol enggak penting, misalnya mau mampir kemana kita kalau nanti pas liburan. Ke Jakarta? Apa ke Dubai? Hongkong, atau Singapura? Hahaha… *pencitraan*, Aslinya sih, kita ngomongin kalau kita malas belanja pas lagi musim sale. Soalnya ramai banget dan gengsi ah membeli barang-barang musim kemarin, kita penginnya new arrival dong yaowww…. Ini lebih boong lagi hahaha.

Baiklah, waktu itu, kita selayaknya ibu-ibu normal lainnya, bergosip tentang kapan belanja bareng ke pasar ikan dan biaya sekolah anak-anak di Jeddah yang sama parahnya kayak di Jakarta :p.

Oh ya, tentu saja, selama sejam-an kita nongkrong di Obhur, sesi foto-foto jalan teruuuus ;).

Dan…sekarang sudah berbulan-bulan meninggalkan Jeddah. Masih suka bergosip dengan Mbak Ani via BBM atau inbox di FB. Atau ledek-ledekan via komen-komen di FB. Padahal, rasanya baru kemarin, duduk berdua di bawah payung warna warni bercerita tentang masa depan kami di Jeddah. Akan berapa lama tinggal di sana? Jangan-jangan sampai anak-anak SMA kami masih di Jeddah? Hihihi.

Wah, ternyata duluan saya yang hengkang dari sana :). Kisah-kisah seperti ini yang dulunya hal-hal lazim yang kami  lakukan di Jeddah : nongkrong di pantai, berakhir pekan ke Masjidil Haram, menyambangi Madinah, dan sebagainya, sekarang jalan-jalan Arab Saudi tinggal kenangan saja :).

Inilah pentingnya nge-blog dan foto-fotoooooo :D. Jadi, bisa kita ikat memori-memorinya dalam tulisan. Karena seindah apa pun, memori tempatnya di masa lalu, tak mungkin kita bisa hidupkan kembali. Setidaknya bisa kita terus kenang dalam hati melalui tulisan dan … foto-fotooooooo hihihihihi <– mencari pembenaran atas banyaknya folder foto dalam laptop :P.

Take care of all your memories. For you cannot relive them -Bob Dylan-

 

12 thoughts on “Take Care of Your Memories

  1. Hihi… aku suka pembenaran foto2nya…
    Makanya, suka cuek aja minta tolong fotoin orang kalo pas lg ketemuan sm temen lama. Malu dan tengsin? Apaaaaa ituuuuu….? 😆
    Di paragraf ke3 dr bawah, kalimat akan berapa tinggal disana, kayaknya kurang :lama, deh…. dirimu pasti terpesona liat2 foto ya, mbak… 🙂

    • Siyaaappp, sudah diupdate :D. Thanks, Fit ;). Iiihh, akyu mah tak pernah malu minta difoto. Selalu siap sedia dengan senyum selebar daun kelor hahahaha.

    • Wajib kalau ke tempat umum. Kalau acara-acara rumahan, pas dalam rumah boleh dilepas ;). Pokoknya di area-area privat, seperti dalam compound, private beach, abaya tidak wajib. Btw, pakai abaya lucu juga, sih. Modelnya bagus-bagus bikin langsing pula hahaha.

    • Pantai yang terbuka untuk umum iya Mbak, harus pakai abaya juga :). Kalau private beach (yang biasanya tidak dibuka untuk umum, untuk undangan tertentu atau harus bayar) sih boleh berpakaian bebas 😀

  2. Sekarang enaknya gadget std pun kameranya udah lumayan oke, ya, jadi bisa nagkep banyak moment. Aku juga sukaaa moto moto dan gak perduli sama teknisnya yg penting momentnya dapet. Ngeliat foto foto itu bikin hangat hati, bahkan satu foto di lihat di waktu yg berbeda efeknya juga beda di hati. Cerah kali itu senyumannya kakaaak

  3. Salam kenal mbak jihan,, setelah saya baca2 curhatannya mbak jihan di novel,ko saya jadi inget masa2 saya dulu waktu tinggal di jeddah ya mbak. Oh ya kenalin namaku Zaina. Kebetulan aku lahir disana dan pernah tinggal n bersekolah disana. Jadi pengen berkunjung kesana lagi..

    • Oh ya? Saya juga ada teman di Jeddah yang pernah tinggal di sana dan sekolah. Kali aja kenal. Namanya Aina. Aina sekarang udah di Jeddah lagi. Tinggal di compound :D. Suaminya kerja di Jeddah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *