Every MakGer Has Her Own Story

MakGer tidak ada hubungannya dengan Mick Jagger :D. MakGer, emak blogger yang tergabung dalam Kumpulan Emak-emak Blogger, baru saja menuntaskan perhelatan akbar, Pemilihan Srikandi Blogger 2013. Maaf untuk para blogger pria, ini khusus untuk penulis blog perempuan saja. Peranan apa yang mereka mainkan sehingga memunculkan kompetisi untuk meraih mahkota ‘Srikandi Blogger’ ini? Apa istimewanya para MakGer ini?

Gambar : emak2blogger.web.id

Gambar : emak2blogger.web.id

Kekuatan Sharing via Blog

Era digital menggiring kita ke era kebebasan informasi. Saya ini termasuk yang sering banget  mengandalkan bantuan si kamus serba ada alias “Mbah Google” dalam soal apa pun. Termasuk saat saya sudah menyandang status Ibu dimana urusan anak otomatis menjadi prioritas penting dalam kegiatan sehari-hari.

Menjadi Ibu di zaman sekarang ini referensinya banyak dan mudah didapatkan secara gratis dari berbagai situs. Misalnya saat anak demam, muntah-muntah, dan diare. Kadang-kadang, bukannya ke dokter, saya malah googling dulu. Hehehe.

Masalah anak bukan cuma kesehatan saja, kan? Soal yang lain juga komplit dan mudah diakses hanya dengan memainkan jemari di atas keyboard saja.

Salah satu referensi andalan saya adalah blog. Terutama blog yang ditulis oleh beragam ibu-ibu di seantero nusantara. Melalui blog, saya leluasa meraup informasi berdasarkan pengalaman langsung dari sesama emak-emak. Saya bersyukur berkat membaca beberapa pengalaman mereka via blog tentang alergi pencernaan yang dialami anak-anak mereka membuat saya akhirnya menemukan jawaban atas alergi yang juga dialami oleh anak sulung saya.

Informasi makanan anak juga lengkap. Mulai dari panduan memilih bahan makanan sejak usia 6 bulan, variasi resep makanan si kecil, hingga tips-tips ketika si kecil memasuki fase GTM. Seiring dengan seru dan ramainya topik yang didiskusikan seputar perkembangan anak ini, memunculkan banyak istilah-istilah lain selain GTM, seperti : Clodi, MPASI, MPASU, Sufor, RUM, dsb. GTM sendiri artinya Gerakan Tutup Mulut. Segala sontekan ini sudah bisa diintip jauh sebelum sang anak hadir di dunia.

Blogger perempuan tak pernah mati gaya dalam berkisah. Sebelum melepas masa lajang, saya sering mengintip kisah-kisah persiapan pernikahan. Tak sedikit blogger perempuan yang mengabadikan perjalanan momen pernikahannya dalam blog. Mulai dari memilih venue, seserahan, model baju pengantin, dsb. Bercerita lengkap dari prosesi lamaran hingga resepsi digelar. Secara terperinci menjelaskan secara detail di mana berburu barang-barang seserahan. Konsep foto pre-wedding pun tidak ketinggalan. Lengkap dengan pilihan tempat untuk menjahit kebaya pernikahan, dsb.

Female Blogger(s) are 'in action'

Female Blogger(s) are ‘in action’ (gambar dari berbagai sumber / tercantum dalam gambar)

Perempuan dan Peer Pressure

Konon, perempuan tak mudah lepas dari peer pressure. Kita mengira segala drama persaingan ini akan berakhir ketika bangku sekolah sudah ditinggalkan.

Memasuki dunia emak-emak, ‘kompetisi’ berlanjut ke masalah anak. Tren ini pun dialami oleh para emak-emak blogger. Tadinya di masa lajang sering menulis tentang diri dan sekitar saja. Ketika hamil mulai rajin mencatatkan minggu demi minggu kehamilannya. Apalagi di kehamilan pertama.

Setelah berstatus resmi sebagai ‘Ibu’, isi blog mulai didominasi oleh perkembangan anak.  Selain untuk merekam kenangan, bisa menjadi referensi buat perempuan lain yang akan atau tengah menghadapi pengalaman serupa.

Terkadang tujuan utama sekadar ingin berbagi cerita. Lama kelamaan menjelma menjadi ajang persaingan. Mulai was-was sendiri melihat berat badan anak dibandingkan dengan berat badan anak si anu. Mengapa anak sendiri usia satu tahun berdiri pun belum tegak, tapi membaca kisah ibu lain di blog yang anaknya sudah berlari di usia 13 bulan.

Awalnya ingin berbagi serunya menyaksikan sendiri perkembangan anak karena memilih menjadi ibu rumah tangga. Namun, kebanggaan berlebihan membuahkan hujatan pada mereka yang berbagi masalah perawatan anak dengan para pengasuh.

Maksud hati ingin menyemangati ibu-ibu lain agar memberi ASI pada anaknya sekaligus berkampanye. Malah sering tak sadar menghakimi mereka yang tak mampu mengemban tugas menyusui anak dan beralih ke susu botol.

Sebuah buku mengenai parenting style, “Battle Hymn of the Tiger Mother” yang ditulis oleh Amy Chua, sempat menjadi menghebohkan kalangan ibu-ibu. Tak sedikit blogger perempuan yang mereview buku tersebut dan menghadirkan kompetisi baru antara ‘western parenting’ vs ‘eastern parenting’. Ada yang masih ingat? :).

Uniknya, perselisihan ‘klasik’ ini tak kalah serunya di dunia maya. Bermunculannya emak-emak blogger dari segala penjuru memungkinkan kita untuk memantau langsung kehidupan mereka sekaligus anak-anaknya. Jangankan anak tetangga, anak orang lain yang tinggal berjarak ratusan mil di sana terasa dekat dengan bantuan sebuah layar komputer saja.

 

mommies war all

(Gambar : dari berbagai sumber / tercantum dalam gambar)

Mengapa bersusah payah meributkan perbedaan yang sampai kapan pun pasti akan selalu ada? Kita sering melupakan satu persamaan besar kita. Kita semua sama-sama PEREMPUAN :). Fokus saja pada itu.

Bersatu di Bawah Naungan “Kumpulan Emak-emak Blogger”

Saya masih termasuk anak bawang dalam “Kumpulan Emak-emak Blogger.” Begitu bergabung, langsung berada dalam keramaian suasana  menjelang tahap akhir seleksi “Pemilihan Srikandi Blogger 2013.”

Saya sendiri tak ikut mendaftar. Saya sempat ciut. Saya pikir, “Ah, ini pasti yang dipilih nanti ibu-ibu yang banyak menulis tentang opini yang susah-susah.” Pasti bukan emak-emak blogger yang lebih sering menulis tentang anak-anak dan hal ringan lainnya seperti saya.

Ternyata…saya terkecoh. Dalam Kumpulan Emak-emak Blogger kita tidak melulu diminta untuk menulis hal yang ‘keren-keren’, misalnya opini tentang politik, kesetaraan gender dan topik-topik ‘tak ringan’ lainnya. Terbukti dari pemilihan para finalis Srikandi Blogger 2013 yang tidak didominasi oleh kalangan tertentu.

Finalis SB2013 (Gambar : dari Grup Facebook "Kumpulan Emak2 Blogger")

Finalis SB2013 (Gambar : dari Grup Facebook “Kumpulan Emak2 Blogger”)

Sebagian adalah ibu rumah tangga yang tak lelah berbagi pada dunia di tengah pertarungan sehari-hari mengurus anak, suami dan rumah. Salah satunya adalah Mak Eka Putri, yang aktif berkampanye “Stop Kekerasan pada Anak.” Ada juga Mak Myra Anastasia yang aktif menulis untuk mengikat kenangan tentang banyak hal termasuk kedua buah hatinya, Keke dan Naima :).

Apa hanya ibu-ibu rumah tangga saja yang berhak mendapat apresiasi lebih? Tidak, tuh :). Di jejeran finalis, ada Mak Diadjeng Laraswati, seorang karyawati yang juga hobi travelling dan fotografi. Tak ketinggalan seorang aktivis kemanusiaan dari Aceh yang kini aktif di UNDP, Mak Alaika Abdullah. Satu lagi nih, ada Mak Nchie Hanie. Selain hobi memasak dan nge-blog, emak satu ini juga berkecimpung di bisnis lain yang masih berhubungan dengan dunia online.

Ibu-ibu lain yang aktif berkiprah di ‘luar rumah’ tapi tidak berkantor ada beberapa. Ada seorang penerjemah paruh waktu, yaitu Mak Dina Begum. Mak Winda Krisnadefa malah menggagas sebuah komunitas yang bernama “Kampung Fiksi.” Cita-citanya ingin membagi semangat menulis fiksi untuk anak-anak usia sekolah. Jangan lupa masih ada Mak Shinta Ries, yang memiliki keahlian untuk mendesain web dan blog.

Finalis yang sangat mencuri perhatian saya adalah Mak Anazkia. Di sela-sela aktivitas pekerjaannya di Negeri Jiran, emak satu ini mempunyai program yang sangat layak diacungi jempol. Dia bercita-cita untuk menyalurkan buku ke seluruh wilayah nusantara.

Idola lain saya adalah Mak Oktaviani Nur Hasanah dari Kepulauan Selayar – Sulawesi Selatan. Bukan karena saya berasal dari propinsi yang sama, lho. Tapi terkesan dengan prinsipnya yang menekankan pentingnya berbagi mengenai hal-hal positif saja. Emak satu ini katanya sering menjuarai lomba blog mengenai kuliner atau kecantikan yang pernah membawanya ke Thailand segala.

Kesepuluh ‘Srikandi’ ini menjadi bintang di malam final yang berlangsung pada tanggal 28 April 2013 lalu. Saya, nun jauh di sini, hanya bisa menyaksikan kemegahannya melalui foto-foto yang tersebar di blog Kumpulan Emak-emak Blogger dan di Facebook.

Gambar : facebook.com/groups/KumpulanEmak2Blogger/

Gambar : facebook.com/groups/KumpulanEmak2Blogger/

Didukung oleh sponsor-sponsor besar, ini bukan acara ecek-ecek. Salah satu sponsornya adalah ACER. Sebagai mantan pekerja IT, saya tahu pasti bahwa ACER adalah brand komputer yang berskala internasional. Sponsor lain yang tak kalah gemerlapnya adalah Rinso. Saya pernah menjadi bagian dari keluarga besar perusahaan yang memproduksi dan memasarkan Rinso. Home care brand satu ini termasuk produk andalan yang cukup laris di tanah air.

Yang akhirnya berhak memperoleh mahkota sebagai “Srikandi Blogger 2013” adalah Mak Alaika Abdullah. Mak Alaika akan menjadi perwakilan KEB di Asean Blogger yang berlangsung di Solo.  Berdasarkan vote, “Srikandi Favorit 2013” diraih oleh Mak Anazkia. Sedangkan vote yang lain memenangkan Mak Myra Anastasia sebagai “Srikandi Persahabatan 2013.”

Ketiga pemenang ini tentu saja banjir hadiah dari Acer, Rinso, maupun sponsor lain yaitu produk kosmetik Wardah. Ada touchscreen notebook, laptop, paket Rinso, kosmetik dll. Ketujuh finalis lainnya pun tidak pulang dengan tangan kosong. Ketujuh finalis masing-masing memboyong sebuah televisi dan hadiah dari Rinso maupun Wardah.

Ada 2 pemenang lain diluar kesepuluh finalis tadi. Mak Haya Aliya Zaki mendapat predikat “Blogger Inspiratif”. Gelar “Blogger dengan Lifetime Achievement” disematkan pada Mak Yati Rachmat. Masing-masing berhak atas sebuah televisi + paket Rinso dan Wardah.

Pemenang SB203 (Gambar : emak2blogger.web.id)

Pemenang SB203 (Gambar : emak2blogger.web.id)

Every MakGer Has Her Own Story

Every MakGer has her own story. Mainkan jemari di keyboard laptop/netbook/tablet atau apa pun ‘senjata’ yang para MakGer miliki. Menangkan hati pembaca tanpa perlu mengarahkan telunjuk kepada pihak mana pun. Jadilah srikandi-srikandi penebar inspirasi positif tanpa membuahkan energi negatif.

Jangan takut untuk menuliskan hal-hal yang kelihatannya sepele. Memaksakan diri untuk menulis opini-opini mengenai topik ‘berat’ tidak selalu menjadi pilihan bijaksana. Jadilah diri sendiri. Berikan sentuhan unik pada cerita-cerita kita. Kumpulan kisah yang berbeda-beda dari berbagai MakGer akan menjadi warna warni tersendiri dalam dunia blogger.

Inspirasi bisa datang dari mana saja. Bahkan sehelai daun kering yang tersia-siakan oleh angin bisa dipungut dan dijadikan kerajinan tangan berupa pembatas buku yang cantik :).

One person can make a difference, and everyone should try.” ― John F. Kennedy

Mari bergabung dengan barisan MakGer. Siapkan diri menjadi penantang di kompetisi besar “Srikandi Blogger” di tahun-tahun mendatang ;).

***

68 thoughts on “Every MakGer Has Her Own Story

  1. Setuju banget Mak, menulislah dari hati, jgn bebankan diri pada tolok ukur ‘tulisan harus berbobot’, tapi rangkailah kata demi kata yang murni keluar dari sanubari, dan rasakan kebahagiaan hakiki karenanya. Yuk, terus menulis dan saling menginspirasi. Sukses yaaa. 🙂

    • Ahahahahaha, tulisannya apa penulisnya yang berbobot, neh? Umpetin badan di balik tembok :D. Mbak, daku mau subscribe ke masrafa, piye? Dah masukin email dibilang no subscriber via email? Kalau lewat email lebih enak, aku dapet notifikasi saban ada postingan baru. Selama ini aku follow blog2 lain via email subscription :D.

  2. iya, mbak. Saluuut sama ibu2 yang rajin nulis, di tengah kesibukan ngurus suami, anak, rumah, kerjaan, dan lain2… kalo manusia bisa punya tangan lebih dari dua, ibu2 indonesia mungkin tangannya udah beratus2 ya, mbak… 🙂
    Maju terus, MakGer! 🙂

    • Baginda Ratuuuuuu, sembah sujuuddd :D. Eh, udah join di KEB belom? Btw, ini lombanya buat siapa saja, lho ;). Kalau tertarik pengin ikutan, klik di banner on my blog-side, yak. Di situ ada syarat dan ketentuannya.

      Ibu-ibu yang rajin nulis biasanya memang hobi dan bertangan gatel sepertinya. Kayak eike nih, suka dimarahin suami karena keyboard laptop kumel dan kotor gini. Sembari goreng-goreng, tangan masih penuh minyak, suka pecicilan depan keyboard hihihihihi. Passion first ya boooookkkk :D.

    • Ini Mak Shinta yang jadi salah satu finalis juga, kan? Yang jago desain? hehehehe. Selamat Maaaaaakkkkk ^_^. Numpang intip-intip tutorial desain ya, Mak :D.

    • Kan pengin hadiahnya, Maaakkk :D. Kemaren yang finalis aja dapet tipi satu-satu huhuhuhu *mupeng* nan *matre* 😛

    • Tahun depan elo jadi jurinya ya, Isti? Ada jaminan dari elo gak gue bakal menang kalau gue ikut? :P. Ahahahahhahahaha *dasarGueBloggerKacangan* 😛 (mikirnya udah hadiah duluan)

    • Waaahhh, Mbak Rina jangan-jangan penganut mazhab ‘Tiger Mom’ nih hihihihihi. Thank you Maaak :D. Good luck untuk Mbak Rina juga 😉

    • Terima kasih :). Peserta lain keren-keren juga, lho :D. Keberuntungan sedang berada di pihak saya hehehe.

    • Yang keren yang megang selempang “Srikandi Blogger 2013” dong ah ;). Congrats (lagi) ya, Mak ^_*

  3. Waah, gak salah nih, jeli and brilliant banget nih para Jurinya. Tulisan mak Jihan ini lengkap-kap-kap dan sangat berbobot. (bukan karena ada aku MakGer yang suka Mick JagGer) hehe…Selamat ya mak cantik. Semoga selalu sempat menuarakan hati para MakGer melalui tulisan. Sekali lagi selamat ya. dan last but not least Salam kenal dari Ciputat.

    • Salam kenal Mak Yati. Yang keren itu yang ada di jajaran pemenang lomba Srikandi bloggernya, lho ;). Thanks ya, Mak. Salam kenal dari Athlone :D.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *